Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Yayasan Fondasi Hidup (FH Indonesia) bergerak cepat mendukung pemulihan masyarakat Kabupaten Bireuen, Aceh, pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025 lalu.
Melalui proyek Aceh Relief Integrated Support in Emergency (ARISE) yang didukung oleh Tearfund Netherlands, FH Indonesia menyalurkan Bantuan Tunai Multiguna (BanTu) kepada ribuan Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana di Kecamatan Peusangan.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, di Meunasah Gampong Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, pada 6 Februari 2026.
Program ini menjangkau tujuh desa dengan total sasaran 1.612 KK. Bekerja sama dengan Bank Aceh Syariah, setiap keluarga penerima manfaat menerima bantuan sebesar Rp2.000.000, yang disalurkan dalam dua tahap transfer langsung ke rekening masing-masing.
FH Indonesia juga memberikan perhatian khusus pada aspek inklusivitas. Terdapat tambahan bantuan sebesar Rp250.000 bagi keluarga penerima manfaat yang merupakan penyandang disabilitas atau memiliki anggota keluarga dengan disabilitas.
“Bantuan ini tentu tidak dapat menggantikan seluruh kehilangan akibat bencana, namun kami berharap dapat sedikit meringankan beban masyarakat dan menjadi penguat untuk bangkit kembali,” ujar Direktur Nasional FH Indonesia, Effendy Arritonang, dalam sambutannya.
Ia menambahkan, bantuan tunai tersebut diharapkan menjadi benih harapan agar masyarakat terdampak tetap memiliki daya lenting menghadapi masa pemulihan.
Di Gampong Pante Lhong, bantuan BanTu menyasar 314 KK, termasuk 22 KK yang memiliki anggota keluarga penyandang disabilitas. Seluruh proses penyaluran dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas, mulai dari sosialisasi terbuka, verifikasi data secara cermat, hingga penyediaan mekanisme umpan balik (feedback) bagi masyarakat.
Langkah ini bertujuan memastikan bantuan tepat sasaran sekaligus mencegah tumpang tindih data dengan lembaga kemanusiaan lainnya.
Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada FH Indonesia beserta seluruh mitra atas kontribusi nyata dalam membantu masyarakat pascabencana.
“Program ini dilaksanakan melalui tahapan yang terencana, transparan, dan akuntabel. Kehadiran bantuan tunai ini memberikan ruang bagi para penyintas untuk memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri dan bermartabat,” tegas Mukhlis.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi kelembagaan serta pengumpulan data berbasis bukti yang selama ini telah dilakukan FH Indonesia bersama BPBD dan pemerintah kecamatan setempat.
Tidak hanya menyalurkan bantuan tunai, proyek ARISE juga mencakup berbagai intervensi kemanusiaan lainnya, antara lain distribusi air bersih dengan kapasitas 5.000 liter per armada untuk kebutuhan harian warga, penyaluran paket kebersihan (hygiene kits) pada Februari 2026, serta alat kebersihan komunal bagi 50 dusun di 15 desa Kecamatan Kuta Blang.
Selain itu, FH Indonesia juga melaksanakan program promosi kesehatan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Puskesmas Kuta Blang, yang menargetkan sekitar 10.000 individu.
FH Indonesia sendiri memiliki rekam jejak panjang di Aceh sejak terlibat dalam respons kemanusiaan tsunami 2004. Hingga kini, organisasi tersebut terus berkomitmen mengatasi kemiskinan dan mengurangi risiko bencana melalui program penghidupan, pendidikan, dan kesehatan.
“Sinergi ini merupakan fondasi utama dalam mempercepat proses pemulihan menuju Bireuen yang lebih tangguh dan sejahtera,” pungkas Bupati Mukhlis.








