Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Selain pembangunan infrastruktur fisik, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, dalam perencanaan pembangunan tahun anggaran 2026. Fokus utama diarahkan pada pencegahan stunting, peningkatan capaian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, serta kelengkapan imunisasi dasar bagi balita.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik yang digelar di Kantor Camat Jangka, Rabu (4/2/2026).
Kepala Puskesmas Jangka, Mursal, SKM., MM, mengungkapkan bahwa edukasi kesehatan kepada masyarakat menjadi hal mendesak untuk dilakukan, mengingat capaian indikator kesehatan di wilayah tersebut masih tergolong rendah.
“Capaian pemberian ASI eksklusif di Kecamatan Jangka baru mencapai 35 persen, sementara imunisasi dasar lengkap baru 45 persen. Ini menjadi fokus besar kami dalam perencanaan tahun 2026,” ujar Mursal kepada Bedahnews.com.
Dalam pertemuan yang dihadiri unsur Muspika, para keuchik, Tuha Peut, hingga Ketua TP-PKK gampong se-Kecamatan Jangka, disepakati sejumlah usulan prioritas pembangunan bidang kesehatan. Di antaranya peningkatan gizi masyarakat sebagai upaya pencegahan stunting, optimalisasi pelayanan Posyandu di setiap gampong, pemberdayaan masyarakat terkait pola asuh anak yang benar, serta edukasi masif mengenai pentingnya ASI eksklusif bagi bayi usia 0–6 bulan.
Mursal menegaskan, ke depan setiap perencanaan pembangunan desa wajib menyisipkan program intervensi stunting, agar target penurunan angka stunting di Kabupaten Bireuen dapat tercapai secara maksimal.
Sementara itu, Camat Jangka, Mulyadi, SE., MM, menjelaskan bahwa dalam Pra Musrenbang Tematik ini, setiap gampong diminta mengusulkan tiga program prioritas, yang mencakup bidang sarana dan prasarana, sosial budaya, serta ekonomi.
“Kami meminta agar usulan yang diajukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di tingkat bawah,” kata Mulyadi.
Ia juga menambahkan adanya poin penting terkait usulan sektor perumahan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim). Melalui gampong, masyarakat dapat mengusulkan bantuan rumah layak huni dengan syarat data yang akurat dan valid by name by address.
“Usulan rumah layak huni harus sesuai kriteria yang ditentukan dan bukan merupakan rumah terdampak bencana,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Mulyadi menjelaskan bahwa usulan yang dibawa ke tingkat kabupaten melalui Pra Musrenbang Tematik ini merupakan program-program yang belum terakomodir atau tidak dapat dibiayai melalui Dana Desa (APBG).
Diharapkan, sinergi antara pembangunan fisik dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui sektor kesehatan dapat mendorong Kecamatan Jangka menuju kondisi yang lebih baik pada tahun 2026 mendatang.








