Jurnalis : Zubir
JAKARTA, BEDAHNEWS.com – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Abdul Muhaimin Iskandar, secara resmi melantik jajaran Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Aceh periode 2026–2031. Pelantikan berlangsung khidmat di Mövenpick Hotel Jakarta City Centre, Selasa (3/2/2026) malam.
Pelantikan tersebut merupakan bagian dari agenda nasional pelantikan serentak pengurus DPW PKB dari 38 provinsi se-Indonesia, yang menandai konsolidasi organisasi partai menjelang agenda politik ke depan.
Dalam pelantikan ini, kepemimpinan PKB Aceh dipercayakan kepada sejumlah figur yang dinilai memiliki integritas, kapasitas kepemimpinan, serta kedekatan dengan masyarakat Aceh. Adapun susunan inti pengurus DPW PKB Aceh periode 2026–2031 yang dilantik meliputi:
Dewan Syuro
Ketua: Waled H. Muniruddin M. Diah
Sekretaris: Tgk. Muhammad Hafiz H. Ib
Dewan Tanfidz
Ketua: H. Ruslan M. Daud, S.E., M.A.P. (HRD)
Sekretaris: Tgk. Munlisal, S.Ag., M.H.
Bendahara: Dony Arega Rajes
Ketua Umum DPP PKB, yang akrab disapa Gus Muhaimin, dalam arahannya menegaskan bahwa Aceh memiliki posisi strategis dalam peta politik dan pembangunan nasional PKB. Ia meminta seluruh pengurus yang baru dilantik untuk bekerja sungguh-sungguh dan menjaga komitmen pengabdian kepada rakyat.
“Kehadiran kita di sini untuk meneguhkan komitmen pengabdian. Aceh adalah pilar penting bagi kemajuan PKB ke depan,” ujar Gus Muhaimin.
Sementara itu, Ketua DPW PKB Aceh, H. Ruslan M. Daud (HRD), menyebut pelantikan ini sebagai momentum penting yang mencerminkan soliditas dan kesiapan PKB menghadapi tantangan politik masa depan. Menurutnya, pelantikan serentak di 38 provinsi menjadi bukti bahwa mesin partai semakin solid dan siap bergerak.
“Kita telah menyaksikan pelantikan serentak 38 DPW PKB se-Indonesia. Ini bukti nyata bahwa PKB terus bergerak maju dan memperkuat akar rumput di setiap daerah,” ujar HRD kepada Bedahnews.com, Kamis (5/2/2026).
HRD menambahkan, setiap provinsi menghadirkan lima tokoh kunci yang merepresentasikan kekuatan struktural dan spiritual partai. Sinergi antara Dewan Tanfidz sebagai pelaksana kebijakan dan Dewan Syuro sebagai penjaga nilai serta pertimbangan spiritual, menjadi kekuatan utama PKB di Aceh.
“Pelantikan ini bukan hanya pengukuhan pengurus Tanfidz, tetapi juga Dewan Syuro. Ini adalah sinergi antara kerja nyata dan doa, sebuah modal besar untuk mengemban amanah rakyat Aceh dan berkontribusi bagi bangsa,” tegasnya.
Dengan formasi kepengurusan yang solid tersebut, PKB Aceh optimistis mampu menghadapi berbagai kontestasi politik ke depan serta berkomitmen mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Aceh, baik di tingkat daerah maupun nasional.








