Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Lebih dari dua bulan pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, kondisi warga terdampak belum sepenuhnya pulih. Hingga Kamis (5/2/2026), sebanyak 16 kepala keluarga (KK) masih terpaksa bertahan di pengungsian dan menempati meunasah di sejumlah gampong.
Camat Kutablang, Erizal, STP., MM, menyampaikan bahwa dampak kerusakan akibat bencana tersebut tergolong masif. Berdasarkan hasil pendataan terbaru pihak kecamatan, ribuan rumah warga mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat keparahan.
“Di Kecamatan Kutablang, jumlah rumah warga yang hilang, rusak berat, rusak sedang hingga rusak ringan mencapai 4.319 unit,” ujar Erizal saat dikonfirmasi Bedahnews.com, Kamis pagi.
Kondisi paling memprihatinkan terjadi di beberapa gampong yang warganya kehilangan tempat tinggal secara total sehingga harus mengungsi dalam waktu yang cukup lama. Saat ini, 16 KK masih bertahan di pengungsian dengan rincian Gampong Tingkeum Mayang sebanyak 8 KK atau 32 jiwa yang mengungsi di meunasah, Gampong Kerumbok 4 KK (11 jiwa), Gampong Ujong Blang 2 KK (4 jiwa), serta Gampong Lhok Nga 2 KK (4 jiwa).
“Sebagian korban yang rumahnya hilang atau rusak berat memang sudah ada yang menyewa rumah, atau menumpang sementara di rumah keluarga dan tetangga,” tambah Erizal.
Selain persoalan hunian, warga juga masih dihadapkan pada endapan lumpur sisa banjir yang belum sepenuhnya dibersihkan. Di sejumlah gampong, lumpur tebal masih menumpuk di halaman dan bagian luar rumah warga, sehingga menyulitkan proses pembersihan secara swadaya.
Menjelang bulan suci Ramadan, Camat Kutablang berharap pemerintah segera merealisasikan bantuan perbaikan rumah bagi para korban banjir agar mereka dapat kembali menempati hunian yang layak.
“Kami sangat berharap bantuan untuk korban banjir bisa segera direalisasikan. Paling tidak, sebelum Ramadan tiba, warga sudah memiliki tempat tinggal yang layak atau sudah bisa mulai memperbaiki rumah mereka,” harapnya.
Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, pihak Kecamatan Kutablang terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bireuen guna memastikan ketersediaan logistik pangan.
“Untuk konsumsi, kami terus menjemput dan menyalurkan bantuan melalui keuchik. Sebelumnya sudah disalurkan 79 ton beras, dan pada awal Januari 2026 juga kembali disalurkan 13 ton beras sisa bantuan pasca banjir,” pungkas Erizal.








