Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan melaksanakan program kreatif berbasis edukasi untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak terdampak banjir di Gampong Bugak Krueng, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen.
Kegiatan trauma healing tersebut diwujudkan melalui aksi penanaman tomat bersama anak-anak gampong setempat, yang digelar pada Minggu (1/2/2026). Program ini dirancang sebagai sarana pemulihan mental sekaligus pembelajaran produktif pascabencana.
Salah seorang peserta KKM Umuslim, Maulana Zikra, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengombinasikan pendekatan edukatif dan praktik langsung agar anak-anak tidak larut dalam rasa takut akibat bencana, melainkan terdorong untuk kembali aktif dan percaya diri.
“Kami mengajak anak-anak terlibat langsung mulai dari pengenalan bibit, menyiapkan media tanam, hingga cara perawatan sederhana. Aktivitas ini kami rancang agar suasana belajar terasa menyenangkan dan mampu menumbuhkan semangat baru bagi mereka,” ujar Maulana.
Selain bertujuan memulihkan trauma, pemilihan tanaman tomat juga memiliki nilai strategis. Tomat dinilai mudah dibudidayakan serta memiliki nilai ekonomi yang jelas, sehingga dapat menjadi media pengenalan pemulihan ekonomi sejak dini kepada anak-anak.
Melalui kegiatan ini, anak-anak diajarkan bahwa dari bibit yang dirawat dengan tanggung jawab akan lahir hasil pertanian yang bernilai guna dan berpotensi membantu perekonomian keluarga di masa mendatang.
Selama kegiatan berlangsung, anak-anak Gampong Bugak Krueng tampak antusias mengikuti setiap tahapan penanaman. Mereka saling berinteraksi secara positif, belajar bekerja sama, serta menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Gampong Bugak Krueng, Zulkifli, M.Kom, memberikan apresiasi atas inisiatif dan kreativitas para mahasiswa KKM Umuslim. Ia menilai kegiatan tersebut memiliki makna penting bagi proses pemulihan pascabencana.
“Meski terlihat sederhana, kegiatan ini memberikan dampak signifikan bagi pemulihan trauma anak-anak di desa terdampak banjir. Kami berharap program seperti ini dapat berkelanjutan, memberi dampak psikologis yang positif, sekaligus menanamkan pemahaman dasar tentang aktivitas produktif bagi masa depan mereka,” ungkap Zulkifli.
Program ini diharapkan menjadi pemantik bagi masyarakat Gampong Bugak Krueng untuk terus memanfaatkan lahan pekarangan sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang lebih tangguh dan berkelanjutan.








