Dayah MUDI Mesra Samalanga Bangun Dapur Makan Bergizi Gratis Dukung Program Nasional

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Dayah Mudi Mesjid Raya (Mesra) Samalanga, Kabupaten Bireuen, resmi memulai pembangunan fasilitas Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional pemerintah di bidang peningkatan gizi, Kamis (29/1/2026).

Muat Lebih

Pembangunan dapur MBG yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Al-Aziziyah tersebut ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama di komplek dayah setempat. Fasilitas ini diharapkan mampu menjamin kecukupan gizi para santri sekaligus meringankan beban ekonomi orang tua, khususnya dari kalangan keluarga kurang mampu.

Wakil Direktur I Dayah MUDI Mesra Samalanga, Dr. Abi H. Zahrul Mubarrak HB, M.Pd, menyampaikan bahwa pembangunan dapur MBG merupakan wujud komitmen pesantren dalam membangun sistem pendukung pendidikan yang berkelanjutan dan berkualitas.

“Tujuan utama program ini adalah membantu santri, terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu. Kami ingin memastikan proses pendidikan mereka didukung oleh asupan gizi yang seimbang, sehingga dapat meringankan beban ekonomi orang tua,” ujar Abi Zahrul kepada Bedahnews.com.

Menurutnya, dapur MBG ini mengusung konsep Dapur Komunitas Berkelanjutan. Selain sejalan dengan agenda nasional penyediaan makanan sehat bagi generasi muda, manfaat program tersebut ke depan juga direncanakan akan diperluas.

“Prioritas awal adalah santri dan tenaga pendidik di lingkungan MUDI Mesra. Namun, insya Allah ke depan jangkauannya dapat diperluas untuk masyarakat sekitar, khususnya lansia dan balita,” jelasnya.

Terkait operasional, pihak dayah menegaskan akan mengikuti seluruh petunjuk teknis (juknis) yang ditetapkan pemerintah. Pembangunan dapur MBG ditargetkan rampung dalam waktu dekat dan direncanakan dapat diresmikan pada bulan Syawal mendatang.

Dalam hal ketenagakerjaan, Abi Zahrul memastikan pengelolaan dapur akan melibatkan tenaga kependidikan dari lingkungan pesantren, seperti ustadz dan guru, dengan tetap mematuhi ketentuan pemerintah.

“Kami pastikan santri di bawah umur tidak dilibatkan sebagai tenaga kerja. Untuk jumlah personel dapur, kami masih menunggu juknis lanjutan dari pemerintah,” tegasnya.

Pada tahap awal, pembangunan dapur MBG akan difokuskan pada tiga titik strategis di lingkungan Institusi Al-Aziziyah, yakni Komplek Putra Dayah MUDI, Komplek Putri Dayah MUDI, dan Komplek Dayah Jamiah Al-Aziziyah.

Pihak dayah berharap program ini tidak hanya sebatas penyediaan makan siang gratis, tetapi ke depan pemerintah dapat mempertimbangkan dukungan penyediaan makanan bergizi hingga tiga kali sehari bagi santri.

“Dengan kecukupan makanan bergizi, kami berharap dapat melahirkan santri yang sehat dan berprestasi. Kami juga berharap perhatian pemerintah terhadap kesehatan dan pendidikan masyarakat kurang mampu terus berkelanjutan,” pungkas Abi Zahrul.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *