Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bireuen resmi memasuki babak kepemimpinan baru. Zia Ulhaq, S.Pd., secara sah dilantik sebagai Ketua PGRI Bireuen periode 2025–2030 dalam prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat, Kamis (29/1/2026) pagi.
Pelantikan Zia Ulhaq dilakukan oleh Wakil Ketua PGRI Aceh, Bakhtiar, yang hadir mewakili Ketua PGRI Aceh Almunzir, S.Pd.I., M.Si.
Selain pelantikan pengurus harian, agenda tersebut juga dirangkai dengan pengukuhan Sadriah, S.KM., M.KM., yang juga menjabat Ketua TP-PKK Kabupaten Bireuen, sebagai Bunda Guru Kabupaten Bireuen. Pada kesempatan yang sama, turut dikukuhkan Pengurus Perempuan PGRI, Tim Biro, serta Tim SIGAP PGRI Bireuen.
Berdasarkan hasil pelantikan, susunan Pengurus Harian PGRI Kabupaten Bireuen periode 2025–2030 adalah sebagai berikut:
Ketua Zia Ulhaq, S.Pd.; Wakil Ketua Zulfadhli, S.Pd., Drs. Fadhli, M.M., dan Fauzan, S.Pd., M.Pd.; Sekretaris Iskandar, S.Pd., M.M.; Wakil Sekretaris Azhar, S.Pd., M.M.; Bendahara Novera Kusumawati Putri, M.Ag.; serta Wakil Bendahara Ennawita, S.Pd.
Dalam sambutan perdananya, Zia Ulhaq mengajak seluruh jajaran pengurus untuk langsung bekerja dan berinovasi. Ia menegaskan bahwa PGRI harus menjadi motor penggerak transformasi pendidikan di Bireuen menuju arah yang lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Sementara itu, Bunda Guru Bireuen, Sadriah, menyampaikan harapan besar agar PGRI mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dari sisi karakter.
“Saya berharap pengurus yang baru dilantik dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Bireuen. Anak-anak kita harus tumbuh dengan karakter Islami, integritas yang tinggi, serta memiliki sumber daya manusia yang mampu bersaing secara global,” ujar Sadriah.
Wakil Ketua PGRI Aceh Bakhtiar menyoroti komposisi pengurus PGRI Bireuen yang didominasi generasi muda. Namun demikian, ia menegaskan pentingnya komitmen dan tanggung jawab sesuai pakta integritas yang telah diikrarkan.
“Kita akan melihat kinerjanya. Sesuai ikrar, apabila dalam tiga bulan tidak aktif, maka harus siap mengundurkan diri. Saya berharap seluruh pengurus berkolaborasi untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Bireuen,” tegas Bakhtiar yang juga menjabat Ketua SIGAP PGRI Aceh.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Bireuen, Asisten I Setdakab Bireuen, Mulyadi, S.H., M.M., menekankan tiga pilar utama yang perlu dijalankan PGRI Bireuen, yakni transformasi edukasi di era digital, penguatan solidaritas dan perlindungan profesi guru, serta advokasi konstruktif sebagai jembatan antara guru dan pemerintah.
Mulyadi juga menyampaikan apresiasi Bupati Bireuen terhadap peran Bunda Guru sebagai pilar emosional dan spiritual bagi para pendidik dan peserta didik.
“Peran Bunda Guru sangat sentral dalam memastikan generasi kita tumbuh santun secara emosional dan spiritual, sejalan dengan nilai-nilai Islami,” pungkasnya.








