Ribuan Petani Bireuen Terima Bantuan Benih Padi Pascabanjir Bandang

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Pemerintah pusat melalui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen mulai menyalurkan bantuan benih padi kepada ribuan petani yang terdampak banjir bandang di sejumlah wilayah Kabupaten Bireuen.

Muat Lebih

Penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk respons cepat pemerintah untuk membantu petani yang mengalami gagal panen (puso) maupun kerusakan lahan pertanian akibat terjangan banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Bireuen, Mulyadi, S.E., M.M., kepada Bedahnews.com, Kamis (29/1/2026), mengatakan bahwa proses distribusi bantuan saat ini masih terus berlangsung di sejumlah kecamatan terdampak.

“Bantuan sudah kita salurkan kepada petani di wilayah Kecamatan Peusangan. Hari ini, Kamis (29/1/2026), penyaluran berlanjut untuk petani di beberapa desa dalam Kecamatan Jangka,” ujar Mulyadi.

Ia merincikan, total bantuan benih padi yang dialokasikan untuk seluruh Kabupaten Bireuen mencapai lebih dari 68 ton. Bantuan tersebut disalurkan langsung melalui kelompok tani, berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi tim lapangan.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Perkebunan Bireuen, tercatat 11.960 petani yang tersebar di 11 kecamatan dinyatakan layak menerima bantuan karena terdampak banjir bandang. Kecamatan tersebut meliputi Peusangan, Juli, Kota Juang, Jeunieb, Pandrah, Jangka, Peusangan Selatan, Peusangan Siblah Krueng, Kutablang, Gandapura, dan Makmur.

Sementara itu, luas areal tanaman padi yang terdampak dan gagal panen akibat banjir bandang tercatat mencapai 2.736 hektare.

“Setiap hektare lahan mendapatkan alokasi benih sebanyak 25 kilogram. Ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah pusat dan daerah untuk meringankan beban petani kita,” tambahnya.

Mulyadi menjelaskan, kondisi tanaman padi saat banjir bandang terjadi sangat beragam. Ada petani yang baru menabur benih, baru menanam, hingga padi yang sudah berisi bulir dan tinggal menunggu masa panen. Namun, tingginya luapan air menyebabkan tanaman terendam dan akhirnya mengalami puso.

Selain bantuan benih, pemerintah juga tengah menyiapkan skema perbaikan lahan pertanian, khususnya sawah yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang.

“Untuk pembersihan sawah akan melibatkan petani bersama kelompoknya. Kami berharap bantuan ini menjadi stimulus agar petani kembali bersemangat menggarap lahan yang masih bisa difungsikan,” pungkas Mulyadi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *