Jembatan Bailey Krueng Tingkeum Ditutup Total Mulai Sabtu Dini Hari, Seluruh Kendaraan Dilarang Melintas

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Para pengguna jalan yang melintasi jalur nasional Banda Aceh–Medan diminta untuk mengatur ulang jadwal perjalanan. Jembatan Bailey Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, akan ditutup total bagi seluruh jenis kendaraan mulai Sabtu (31/1/2026) dini hari.

Muat Lebih

Penutupan sementara ini dilakukan guna mendukung pekerjaan perbaikan mendesak pada lantai jembatan serta pengaspalan akses jalan, demi menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Asisten Barang Milik Negara (BMN) Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Satker Wilayah I, Fachruddin, mengatakan bahwa penutupan total merupakan langkah yang tidak dapat dihindari karena kondisi jembatan yang mulai membahayakan.

“Kami akan melakukan pengelasan sekitar 10 keping plat besi baru. Plat lama sudah melengkung dan terbuka sejak dua hari terakhir, sehingga harus diganti secara menyeluruh untuk menjaga keawetan jembatan dan mencegah kemacetan panjang ke depan,” ujar Fachruddin kepada Bedahnews.com, Jumat (30/1/2026).

Ia menegaskan, selama proses pengerjaan berlangsung, seluruh kendaraan dilarang melintas, termasuk sepeda motor. Larangan ini diberlakukan karena tingginya risiko keselamatan di lokasi pekerjaan.

“Sepeda motor juga tidak bisa melintas sama sekali. Saat pengelasan, arus listrik dari PLN bersentuhan langsung dengan material besi jembatan. Ini sangat berbahaya bagi siapa pun yang berada di atas jembatan,” tegasnya.

Selain perbaikan plat besi, BPJN Aceh juga akan melakukan pengaspalan sepanjang sekitar 50 meter pada akses jalan menuju arah Medan. Langkah tersebut diambil untuk merespons keluhan masyarakat terkait debu yang mengganggu aktivitas pedagang di sekitar lokasi, sekaligus meningkatkan kenyamanan pengendara agar tidak terkejut saat melintasi jalur berbatu.

Guna menghindari penumpukan kendaraan di kawasan Kutablang, masyarakat diimbau memanfaatkan jalur alternatif melalui Jembatan Awee Geutah – Teupin Reudep. Jalur ini dapat digunakan oleh kendaraan dari arah Banda Aceh menuju Medan maupun sebaliknya.

Adapun ketentuan tonase di jalur alternatif tersebut, kendaraan roda dua, roda empat, hingga truk dengan batas maksimum 8 ton masih diperbolehkan melintas.

Pihak BPJN menargetkan pengerjaan dapat diselesaikan secepat mungkin. Jika tidak ada kendala teknis tambahan, jembatan diperkirakan bisa kembali dibuka pada Sabtu sore sekitar pukul 18.00 hingga 19.00 WIB, menyesuaikan kondisi di lapangan.

“Kami memohon pengertian dan kesabaran dari seluruh pengguna jalan. Semua ini dilakukan demi keselamatan dan kenyamanan bersama,” pungkas Fachruddin.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *