Bupati Bireuen Pastikan Seluruh Puskesmas Kembali Beroperasi Optimal Pascabencana

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen bergerak cepat menormalkan kembali pelayanan kesehatan bagi masyarakat pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah pada akhir November 2025 lalu.

Muat Lebih

Hingga Jumat (30/1/2026), seluruh fasilitas kesehatan yang sempat terdampak bencana dipastikan telah kembali beroperasi secara normal dan memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

Bupati Bireuen, Muklis, ST, menegaskan bahwa sektor kesehatan menjadi prioritas utama sejak masa tanggap darurat hingga transisi pemulihan. Menurutnya, layanan medis tidak boleh terhenti meskipun sejumlah infrastruktur sempat mengalami kerusakan.

“Pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan yang sangat mendesak. Kami memastikan seluruh Puskesmas, Poskesdes, hingga rumah sakit tetap memberikan layanan maksimal, terutama bagi masyarakat terdampak bencana,” ujar Muklis kepada Bedahnews.com.

Saat bencana terjadi, beberapa Puskesmas di Bireuen sempat terendam banjir dan lumpur. Untuk menjaga kesinambungan pelayanan, Bupati menginstruksikan pembentukan pos-pos kesehatan darurat agar akses pengobatan masyarakat tetap terlayani.

Proses pembersihan dan pemulihan fasilitas kesehatan dilakukan melalui aksi gotong royong besar-besaran. Dinas Kesehatan (Dinkes) Bireuen mengerahkan tenaga medis dan nonmedis dari Puskesmas setempat, dibantu personel dari Puskesmas yang tidak terdampak.

Upaya kemanusiaan ini juga melibatkan berbagai pihak, di antaranya TNI/Polri, Kodim 0111/Bireuen, TNI Angkatan Laut, Polres Bireuen, Pemerintah Aceh, relawan Kementerian Kesehatan RI, organisasi kemasyarakatan dan LSM, akademisi, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, serta tim teknis Kementerian PUPR yang membantu pembersihan material berat.

Berdasarkan data Dinkes Bireuen, terdapat lima Puskesmas yang terdampak cukup parah akibat banjir dan lumpur, yakni Puskesmas Kuta Blang, Puskesmas Peusangan, Puskesmas Peusangan Siblah Krueng, Puskesmas Jangka, dan Puskesmas Mon Keulayu di Kecamatan Gandapura.

Kepala Dinas Kesehatan Bireuen, dr. Irwan, menyampaikan bahwa meskipun layanan telah kembali dipusatkan di gedung utama masing-masing Puskesmas, pengawasan kesehatan pascabanjir tetap diperketat.

“Fokus kami saat ini adalah pencegahan dan penanganan penyakit menular, layanan kesehatan ibu dan anak, serta pemulihan kesehatan lansia. Kami juga memastikan ketersediaan obat-obatan, vaksin, dan logistik kesehatan dalam kondisi aman,” jelas dr. Irwan.

Langkah cepat dan responsif Pemkab Bireuen tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat yang merasa terbantu di tengah masa pemulihan pascabencana. Upaya ini diharapkan tidak hanya memulihkan fasilitas fisik, tetapi juga mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat Bireuen secara menyeluruh.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *