Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen kembali mendistribusikan bantuan logistik berupa 110 ton beras kepada seluruh kecamatan terdampak banjir, Rabu (28/1/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan pangan warga, khususnya di lokasi pengungsian, tetap terpenuhi pascabencana.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Bireuen, Doli Mardian, SE, mengatakan pendistribusian dilakukan secara serentak dengan memanfaatkan gudang Dinas Pertanian sebagai tempat penyimpanan sementara.
“Hari ini kita mendistribusikan sekitar 110 ton beras untuk seluruh kecamatan terdampak. Pengambilan dilakukan melalui gudang BPBD, namun sementara kita gunakan gudang pertanian untuk penyimpanan. Target kita hari ini distribusi harus tuntas agar masyarakat di pengungsian segera menerima bantuan. Sejauh ini, Pemkab Bireuen telah menyalurkan total sekitar 880 ton beras,” ujar Doli kepada Bedahnews.com.
Selain beras, BPBD juga terus menyalurkan logistik lainnya secara bertahap sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Namun, luasnya wilayah terdampak banjir membuat stok beras di BPBD kini mulai menipis, mengingat seluruh cadangan telah disalurkan ke kecamatan dan gampong terdampak.
Untuk mengantisipasi kekosongan stok, BPBD telah berkoordinasi dengan pimpinan daerah guna meminta penambahan cadangan pangan.
“Kami telah menyampaikan kepada Bapak Bupati Bireuen agar dapat mengajukan permintaan tambahan beras ke Bulog, karena stok yang ada di BPBD saat ini sudah sepenuhnya disalurkan kepada masyarakat terdampak banjir,” jelasnya.
Hingga kini, sejumlah warga masih bertahan di beberapa titik pengungsian, antara lain di Kecamatan Juli, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kecamatan Peusangan Selatan, Kecamatan Peusangan, serta sejumlah gampong lain yang warganya mengungsi di rumah kerabat.
Di samping penyaluran logistik, pemerintah daerah juga memfokuskan perhatian pada pendataan kerusakan rumah dan infrastruktur akibat banjir. Sejumlah rumah warga dilaporkan hanyut dan mengalami rusak berat. Tim verifikasi saat ini masih bekerja di lapangan dengan metode pendataan door-to-door.
Untuk menjamin transparansi dan ketepatan sasaran bantuan rehabilitasi, BPBD akan melakukan uji publik terhadap data hasil pendataan.
“Nanti data akan ditempel di gampong-gampong sebagai bagian dari uji publik. Jika masih ada masyarakat yang belum terdata pada tahap pertama, mohon dimaklumi karena akan ada pendataan tahap berikutnya,” terang Doli.
Ia menambahkan, setelah verifikasi tahap pertama rampung, seluruh dokumen akan segera ditandatangani oleh Bupati Bireuen dan dikirimkan ke BPBA Aceh serta BNPB Pusat.
Proses pendataan melibatkan sekitar 200 personel yang didukung anggaran dari BNPB Pusat. Meski sempat terkendala jaringan komunikasi di beberapa lokasi, BPBD optimistis proses administrasi tahap pertama dapat diselesaikan dalam waktu dekat.
“Insya Allah, paling lambat Senin depan tahap pertama sudah selesai dan ditandatangani Bupati. Kami terus bergerak agar masyarakat segera mendapatkan kepastian bantuan,” pungkasnya.








