Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Puluhan sopir truk pengangkut Crude Palm Oil (CPO) di Aceh menunjukkan sikap kooperatif dengan mengikuti uji beban kendaraan di Terminal Peusangan, Kabupaten Bireuen, Senin (26/1/2026). Seluruh armada menjalani penimbangan menggunakan timbangan portable dengan sistem Weigh in Motion (WIM).
Penimbangan ini dilakukan untuk memastikan berat kendaraan sesuai ketentuan sebelum melintasi jembatan bailey Kutablang yang memiliki batas maksimal tonase, yakni 30 ton, demi menjaga keselamatan pengguna jalan dan keawetan infrastruktur.
Salah seorang sopir truk tangki CPO, Husen (38), mengaku mendukung penuh kebijakan tersebut. Menurutnya, kepastian berat muatan sangat penting agar kendaraan dapat melintas dengan aman tanpa membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
“Kami sangat terbantu dengan adanya pelayanan penimbangan ini. Kalau setelah ditimbang ternyata kelebihan muatan, kami siap mengurangi atau membongkarnya,” ujar Husen di sela proses penimbangan.
Husen menjelaskan, hasil penimbangan menunjukkan truk yang ia kemudikan memiliki berat total 31 ton, melebihi batas maksimal yang diizinkan untuk melintasi jembatan Kutablang. Atas kondisi tersebut, ia bersedia memindahkan kelebihan muatan ke truk tangki kosong yang sedang menuju Terminal Matang Geulumpang Dua dari arah Medan.
Meski bersikap kooperatif, Husen menegaskan satu harapan utama dari para sopir, yakni perlakuan yang adil dari petugas.
“Yang penting jangan ada pilih kasih. Semua truk harus ditimbang dan diperlakukan sama,” tegasnya. Husen diketahui mengangkut CPO dari Meulaboh dengan tujuan Medan dan Belawan.
Pantauan di lokasi menunjukkan proses penimbangan berlangsung transparan. Para sopir diperbolehkan menyaksikan langsung hasil uji beban melalui layar monitor yang ditampilkan petugas.
Setiap kendaraan yang melewati timbangan WIM langsung dicatat berat totalnya. Truk dengan muatan di bawah 30 ton diizinkan melanjutkan perjalanan, sementara kendaraan yang melebihi batas wajib melakukan penyesuaian muatan terlebih dahulu.
“Kalau sudah sesuai ketentuan, kami langsung jalan. Kami ikuti aturan karena ini demi keselamatan bersama,” pungkas Husen.
CPO yang diangkut para sopir tersebut merupakan bahan baku utama industri minyak goreng di Sumatera Utara. Selama proses penimbangan berlangsung, arus lalu lintas di sekitar Terminal Peusangan terpantau lancar dan tertib.








