Peduli Korban Banjir, UIA Paya Lipah Bireuen Gratiskan Biaya Kuliah bagi Mahasiswa Terdampak

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Universitas Islam Aceh (UIA) Paya Lipah, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, menunjukkan kepedulian nyata terhadap warga yang terdampak bencana banjir dengan mengeluarkan kebijakan khusus di bidang pendidikan. Kampus tersebut memberikan keringanan hingga pembebasan biaya kuliah bagi calon mahasiswa baru maupun mahasiswa aktif yang terdampak banjir.

Muat Lebih

Rektor UIA Paya Lipah, Dr Nazaruddin Abdullah MA, kepada Bedahnews.com, Selasa (27/1/2026), mengatakan kebijakan tersebut merupakan hasil rapat pimpinan kampus sebagai bentuk tanggung jawab sosial lembaga pendidikan terhadap masyarakat.

Menurutnya, bentuk bantuan yang diberikan disesuaikan dengan tingkat kerusakan yang dialami masing-masing korban banjir. Bagi calon mahasiswa baru yang kehilangan tempat tinggal akibat rumah hanyut atau rusak berat, pihak kampus memberikan fasilitas kuliah gratis secara penuh.

“Dari hasil rapat pimpinan, kami sepakat membantu saudara-saudara kita korban banjir. Khusus bagi calon mahasiswa yang rumahnya hilang, kami gratiskan seluruh biaya, mulai dari biaya pendaftaran, migrasi, biaya pembangunan, hingga SPP,” ujar Dr Nazaruddin.

Untuk memperoleh fasilitas tersebut, calon mahasiswa diwajibkan melampirkan bukti administratif dan fisik yang sah, berupa surat keterangan dari keuchik gampong setempat serta dokumentasi foto kondisi rumah, baik rusak berat, sedang, maupun ringan.

Ia menambahkan, prioritas bantuan diberikan kepada warga di wilayah terdampak parah, seperti Kecamatan Juli, Peusangan, dan kawasan sekitarnya. Data penerima bantuan juga akan diusulkan ke Pemerintah Pusat agar para mahasiswa terdampak dapat memperoleh beasiswa berkelanjutan dari kementerian terkait.

“Data ini nantinya akan kami ajukan ke pusat agar anak-anak korban banjir bisa mendapatkan beasiswa lanjutan,” jelasnya.

Kebijakan serupa juga berlaku bagi mahasiswa aktif UIA Paya Lipah yang terdampak banjir. Bentuk bantuan bervariasi, mulai dari pembebasan SPP selama satu hingga dua semester, hingga potongan biaya kuliah secara umum.

“Untuk mahasiswa yang terdampak banjir secara keseluruhan, kami berikan potongan biaya sebesar 25 persen. Sementara bagi yang rumahnya rusak berat, ada yang kami bantu dengan pembebasan SPP selama satu sampai dua semester,” kata Rektor.

Dr Nazaruddin mengakui, sebagai perguruan tinggi swasta, UIA Paya Lipah memiliki keterbatasan dalam menanggung seluruh beban biaya pendidikan secara menyeluruh. Biaya masuk awal mahasiswa baru, kata dia, berkisar Rp5 juta, termasuk biaya pembangunan sekitar Rp2 juta.

“Kami fokus agar mereka tetap bisa melanjutkan kuliah. Saat ini kami juga sedang mengajukan tambahan kuota beasiswa ke kementerian. Sambil menunggu respons dari pusat, kampus berinisiatif memberikan bantuan semampu kami agar pendidikan anak-anak korban banjir tidak terputus,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *