Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Pemerintah Kabupaten Bireuen bergerak cepat menangani kerusakan infrastruktur pendidikan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah beberapa waktu lalu. Sejumlah sekolah dari jenjang PAUD/TK, SD hingga SMP dipastikan akan masuk dalam program revitalisasi dan pembangunan kembali.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Bireuen, Dr Muslim, M.Si, menegaskan bahwa penanganan sekolah dengan kategori rusak berat dan rusak sedang menjadi prioritas utama melalui koordinasi langsung dengan pemerintah pusat.
“Sekolah-sekolah yang terdampak bencana hidrometeorologi ini akan ditangani oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui program revitalisasi sekolah,” ujar Dr Muslim kepada awak media, Selasa (27/1/2026) pagi.
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, tim dari kementerian telah turun langsung meninjau kondisi fisik bangunan sekolah. Bahkan, beberapa sekolah dipastikan harus direlokasi secara total karena bangunannya hancur atau lokasinya dinilai tidak lagi aman.
Salah satu yang akan dibangun baru adalah SD Negeri 12 Juli di Dusun Bivak, Gampong Krueng Simpo, Kecamatan Juli. Sekolah tersebut hancur dan amblas ke sungai akibat terjangan banjir Krueng Peusangan.
Selain itu, SD Negeri 14 Juli di Dusun Leubok Iboh, Kecamatan Juli, juga mengalami kerusakan parah. Sejumlah ruang kelas dilaporkan runtuh dan jatuh ke sungai. Kedua sekolah tersebut akan direlokasi ke lokasi yang lebih aman di kawasan sekitarnya.
“Khusus SDN 12 dan SDN 14 di Kecamatan Juli, bangunannya harus dipindahkan ke tempat yang lebih aman untuk menghindari risiko bencana serupa di masa mendatang,” jelas Dr Muslim.
Sementara itu, SD Negeri 5 Peusangan Siblah Krueng di Gampong Teupin Raya akan dibangun kembali di lokasi semula, namun dipindahkan ke bagian atas yang lebih dekat ke pinggir jalan. Sekolah ini sebelumnya rusak parah akibat tertimbun lumpur dan material banjir.
Selain sekolah dasar, TK Al Latif di Gampong Kuala Ceurape, Kecamatan Jangka, juga masuk dalam daftar relokasi. Saat ini, proses administrasi dan surat-menyurat tengah dilakukan karena lahan lama sekolah tersebut telah amblas ke sungai. PAUD Sakinah di Gampong Pante Lhong turut diusulkan untuk pembangunan gedung baru.
Meski sejumlah bangunan sekolah mengalami kerusakan berat, Dr Muslim memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan. Untuk sementara, para siswa memanfaatkan ruang darurat, tenda, maupun lokasi belajar alternatif yang telah disiapkan.
Kendala paling berat dialami siswa SDN 12 Juli, selain bangunan sekolah yang hancur, akses utama menuju lokasi juga terputus akibat jembatan gantung ambruk.
“Untuk sementara, kegiatan belajar dipindahkan ke Gampong Salah Sirong Jaya, Kecamatan Jeumpa, karena mayoritas murid berasal dari desa tersebut. Namun, bangunan permanen tetap akan dibangun kembali di Dusun Bivak,” terangnya.
Dari total 221 sekolah yang terdampak banjir di Kabupaten Bireuen, Dr Muslim menegaskan tidak semuanya akan direhabilitasi total. Penanganan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan masing-masing sekolah.
“Tidak semua sekolah dibangun baru atau direhab. Untuk kerusakan ringan, fokus penanganan pada pengadaan mobiler seperti meja dan kursi yang rusak akibat terendam banjir,” tambahnya.
Selain perbaikan fisik, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen juga telah mengusulkan bantuan perlengkapan sekolah, seperti tas, buku, dan seragam, bagi siswa yang kehilangan atau mengalami kerusakan peralatan belajar akibat bencana.
Dr Muslim berharap proses administrasi dan teknis di tingkat kementerian dapat berjalan cepat, sehingga aktivitas pendidikan di Kabupaten Bireuen dapat kembali normal sepenuhnya dalam waktu dekat.








