Dua Bulan Pascabanjir Bireuen, Empat Puskesmas Kembali Normal, Polindes Masih Berlumpur

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Dua bulan pascamusibah banjir bandang yang melanda Kabupaten Bireuen pada 26 November 2025, kondisi fasilitas layanan kesehatan di daerah tersebut berangsur pulih. Sejumlah Puskesmas yang sebelumnya lumpuh akibat rendaman lumpur kini kembali beroperasi normal, meski sebagian fasilitas kesehatan tingkat desa masih dalam kondisi memprihatinkan.

Muat Lebih

Hingga Senin (26/1/2026), empat Puskesmas dilaporkan telah bersih dan kembali memberikan pelayanan medis kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Bireuen, dr Irwan, setelah proses pembersihan intensif dilakukan di sejumlah titik layanan kesehatan tingkat kecamatan.

Empat Puskesmas yang kini telah beroperasi penuh yakni Puskesmas Monkeulayu, Puskesmas Gandapura, Puskesmas Kutablang di Krueng Panjoe, Puskesmas Peusangan Siblah Krueng di Lueng Daneun, serta Puskesmas Peusangan di Gampong Raya Tambo.

“Alhamdulillah, untuk empat Puskesmas utama tersebut seluruh ruangan sudah bersih dan tenaga medis sudah kembali bertugas seperti biasa melayani masyarakat,” ujar dr Irwan kepada Bedahnews.com, Senin (26/1/2026).

Meski demikian, khusus Puskesmas Peusangan, layanan Unit Gawat Darurat (UGD) hingga kini masih dilaksanakan di RSUD Peusangan Raya. Hal ini disebabkan akses menuju halaman Puskesmas yang masih tertutup endapan lumpur.

Kepala UPTD Puskesmas Peusangan, Ns M Nazar, S.Kep., M.Kep., menjelaskan bahwa bagian dalam gedung telah steril, namun kondisi halaman belum memungkinkan untuk aktivitas kendaraan layanan medis.

“Seluruh poli layanan sudah aktif. Namun untuk IGD, kami masih menumpang di RSUD Peusangan Raya karena halaman Puskesmas masih dipenuhi lumpur, sehingga ambulans dan kendaraan pasien sulit masuk,” jelasnya.

Berbeda dengan Puskesmas tingkat kecamatan, kondisi fasilitas kesehatan di tingkat desa seperti Puskesmas Pembantu (Pustu), Polindes, dan Poskesdes masih memerlukan perhatian serius. dr Irwan menyebutkan sedikitnya tiga Pustu yang hingga kini belum bersih secara maksimal, yakni Pustu Krueng Beukah (Peusangan Selatan), Pustu Alue Kuta (Jangka), dan Pustu Pante Baro Kumbang (Peusangan Siblah Krueng).

“Pelayanan di Pustu tersebut tetap berjalan, namun masih dalam kondisi darurat karena sisa endapan lumpur belum sepenuhnya teratasi,” tambahnya.

Selain itu, sejumlah Polindes dan Poskesdes di berbagai kecamatan juga masih dilaporkan berlumpur. Di antaranya Polindes Pante Lhong (Kecamatan Peusangan), Polindes Keureumbok (Kecamatan Kutablang), Polindes Teupin Raya dan Kubu (Kecamatan Peusangan Siblah Krueng), Polindes Suak dan Blang Pala (Kecamatan Peusangan Selatan), Polindes Lamkuta (Kecamatan Jangka), serta Polindes Gampong Putoh, Meunasah Lueng, dan Namploh Blanggarang di Kecamatan Samalanga.

Dinas Kesehatan Bireuen bersama tenaga medis dan masyarakat setempat terus melakukan upaya pembersihan secara swadaya dan gotong royong agar seluruh fasilitas kesehatan tingkat desa tersebut dapat kembali berfungsi secara optimal.

“Kami berharap dalam waktu dekat seluruh fasilitas kesehatan ini benar-benar bersih, sehingga kenyamanan dan keamanan pasien maupun tenaga medis dapat kembali terjamin,” pungkas dr Irwan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *