Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Warga Dusun Alue U, Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, masih harus bertaruh nyawa saat menyeberangi sungai akibat putusnya jembatan gantung yang menjadi satu-satunya akses utama ke wilayah tersebut.
Jembatan gantung itu rusak parah diterjang banjir besar yang melanda kawasan tersebut pada Senin (26/1/2026). Akibatnya, Dusun Alue U sempat terisolasi total selama beberapa hari, diperparah dengan padamnya listrik dan hilangnya sinyal telepon seluler.
Dusun Alue U merupakan satu-satunya dusun di Desa Balee Panah yang berada di seberang sungai. Selama lima hari pasca-banjir, warga sama sekali tidak dapat keluar wilayah untuk mencari bantuan, sementara informasi mengenai kondisi mereka juga tidak tersampaikan ke pihak desa maupun kecamatan.
Bantuan logistik baru dapat menjangkau warga pada hari keenam, setelah banjir mulai surut dan akses darurat berhasil dibuka.
Geuchik Desa Balee Panah, Muntazzar, mengungkapkan bahwa pada awal kejadian pihak desa mengalami kesulitan besar dalam menjalin komunikasi dengan warga Dusun Alue U.
“Saat banjir terjadi dan jembatan putus, kami sudah berupaya menghubungi warga, namun tidak bisa sama sekali. Kondisi gelap, listrik padam, dan jaringan telepon hilang,” ujar Muntazzar.
Upaya komunikasi akhirnya berhasil dilakukan setelah pihak desa menggunakan alat komunikasi radio sederhana.
“Dengan alat semacam walkie talkie, barulah kami bisa memastikan kondisi warga di seberang sungai,” tambahnya.
Hingga hampir dua bulan pascabencana, kondisi akses penyeberangan masih jauh dari kata aman. Berdasarkan pantauan di lapangan, warga kini harus menempuh penyeberangan dua tahap untuk keluar masuk dusun.
Warga terpaksa berjalan kaki menyeberangi bagian sungai yang dangkal karena getek tidak bisa beroperasi di area tersebut. Setelah mencapai bagian sungai yang lebih dalam, perjalanan dilanjutkan menggunakan getek atau rakit bambu dan kayu.
Selain jalur sungai, terdapat akses darat alternatif menuju Dusun Alue U. Namun, jalur tersebut hanya bisa dilalui sepeda motor dengan medan yang sangat berat. Kondisi jalan berupa tanah berbukit dengan tanjakan dan turunan curam, serta harus melintasi beberapa anak sungai tanpa jembatan.
Saat musim hujan, jalur ini menjadi sangat licin dan berbahaya, terlebih pada malam hari karena minim penerangan.
Lumpuhnya infrastruktur ini berdampak besar pada kehidupan warga. Anak-anak kesulitan menuju sekolah, hasil pertanian sulit dipasarkan, dan akses layanan kesehatan sangat terbatas, terutama dalam kondisi darurat.
Masyarakat Dusun Alue U kini berharap Pemerintah Kabupaten Bireuen dan instansi terkait segera membangun kembali jembatan gantung permanen agar akses transportasi, ekonomi, dan sosial warga dapat kembali pulih secara normal.








