Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tengah mempercepat proses verifikasi terhadap sekitar 26 ribu unit rumah warga yang terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen, Aceh. Langkah ini dilakukan untuk memastikan data kerusakan valid sebagai dasar penyaluran bantuan dan pembangunan hunian bagi korban bencana.
Dalam proses tersebut, BNPB mengerahkan sedikitnya 200 tenaga verifikator yang telah diturunkan ke lapangan sejak dua hari terakhir. Para petugas disebar ke seluruh desa terdampak guna melakukan pendataan secara menyeluruh dan akurat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, Doli Mardian, Kamis (22/1/2026), mengatakan bahwa seluruh verifikator telah mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) pada Senin (19/1/2026) sebelum diterjunkan ke lapangan.
“Tim verifikasi diberi waktu satu minggu untuk menyelesaikan pendataan di seluruh titik terdampak. Total ada 200 petugas, dengan penugasan dua orang di setiap desa,” ujar Doli.
Ia menjelaskan, fokus utama tim adalah mengklasifikasikan tingkat kerusakan rumah warga, mulai dari kategori hilang atau rusak berat, rusak sedang, hingga rusak ringan. Setelah proses pendataan lapangan selesai, BPBD akan melanjutkan ke tahap uji publik.
“Data hasil verifikasi nantinya akan diumumkan di masing-masing desa agar dapat diketahui masyarakat secara terbuka dan transparan, sebelum masuk ke tahapan selanjutnya,” tambahnya.
Terkait skema bantuan hunian, Doli menyebutkan bahwa korban dengan rumah hilang atau rusak berat yang memilih opsi Hunian Tetap (Huntap) Mandiri akan mendapatkan penanganan pembangunan langsung dari BNPB.
“Rencananya, pembangunan Huntap Mandiri di Bireuen akan mulai dilaksanakan pada awal Februari 2026,” ungkapnya. Sebagai acuan, BNPB sebelumnya telah membangun tiga unit rumah contoh di Gampong Balee Panah, Kecamatan Juli.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Bireuen, Ir. Fadli, S.T., M.SM, menjelaskan bahwa pihaknya juga mengusulkan pembangunan Hunian Tetap Terpusat.
Menurut Fadli, Dinas Perkim telah menyampaikan usulan pembangunan 48 unit Huntap Terpusat kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Seluruh unit tersebut direncanakan berlokasi di Gampong Krueng Simpo, Kecamatan Juli.
“Rinciannya, 31 unit akan dibangun di Dusun Bivak dan 17 unit di Dusun Alue Keumiki. Kementerian PKP fokus pada pembangunan hunian dalam satu kawasan atau berbentuk kompleks. Data usulan sudah kami kirim ke pusat,” jelasnya.
Ia berharap, selain membangun Huntap Terpusat, Kementerian PKP juga dapat berkontribusi dalam pembangunan Huntap Mandiri di desa-desa terdampak, sehingga penanganan pascabencana di Bireuen dapat berjalan lebih optimal melalui sinergi lintas lembaga.








