Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Puluhan murid SD Negeri 5 Peusangan Siblah Krueng, Gampong Teupin Raya, Kabupaten Bireuen, terpaksa menjalani kegiatan belajar mengajar di bawah tenda darurat yang didirikan di halaman sekolah. Kondisi ini terjadi akibat bangunan sekolah mereka rusak parah dan tertimbun lumpur pascabencana hidrometeorologi.
Bencana berupa banjir bandang dan tanah longsor yang melanda kawasan tersebut pada Selasa hingga Rabu (25–26/11/2025) mengakibatkan gedung sekolah tidak lagi layak digunakan. Bangunan permanen yang merupakan bantuan UNICEF pada tahun 2009 itu kini dalam kondisi rusak berat.
Pantauan Bedahnews.com di lokasi, Kamis (22/1/2026) pagi, para siswa tampak tetap antusias mengikuti proses pembelajaran meski harus belajar di bawah tenda bantuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Aktivitas belajar dilakukan dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana.
Kepala SDN 5 Peusangan Siblah Krueng, Mustaqimah, mengatakan kegiatan belajar mengajar sebenarnya telah kembali dimulai sejak 5 Januari 2026. Namun, proses pembelajaran belum berjalan normal karena bangunan sekolah tidak dapat digunakan sama sekali.
“Gedung sekolah rusak parah dan masih tertimbun lumpur. Seluruh aset sekolah seperti dokumen penting, mobiler, hingga laptop guru ikut tertimbun di dalam kantor,” ujar Mustaqimah, Kamis (22/1/2026).
Kehilangan perangkat kerja, terutama laptop, menjadi kendala besar bagi pihak sekolah. Saat ini, para guru terpaksa bergantian menggunakan satu unit laptop untuk keperluan administrasi dan pendataan siswa yang seluruhnya berbasis sistem daring.
“Guru tidak bisa bekerja maksimal, terutama untuk pengisian data siswa dan administrasi lainnya yang semuanya berbasis online. Ini menjadi tantangan besar bagi kami,” tambahnya.
Selain keterbatasan sarana pembelajaran, pihak sekolah juga menyoroti sejumlah kebutuhan mendesak, di antaranya ketersediaan akses air bersih, fasilitas MCK yang layak, serta pembangunan gedung sekolah baru agar proses belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara kondusif.
Meski dihadapkan pada kondisi serba terbatas, kegiatan belajar tetap berjalan di bawah bimbingan guru masing-masing kelas. Sejumlah relawan juga terlihat hadir memberikan pendampingan trauma healing kepada para siswa guna membantu pemulihan kondisi psikologis mereka pascabencana.
Pihak sekolah berharap pemerintah dan instansi terkait segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur SDN 5 Peusangan Siblah Krueng demi menjamin keberlangsungan pendidikan dan masa depan generasi muda di Gampong Teupin Raya.








