TNI Masuk Desa Terisolir di Bireuen, Pulihkan Trauma Anak-anak Korban Banjir Bandang

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Prajurit TNI bersama Tim Medis Yonif TP 837/Ksatria Trunojoyo Kodam V/Brawijaya menembus wilayah terisolir di Kabupaten Bireuen untuk membantu pemulihan psikologis anak-anak korban banjir bandang. Selain mendukung pemulihan infrastruktur, kehadiran TNI difokuskan pada kegiatan trauma healing dan belajar mengajar bagi anak-anak terdampak bencana.

Muat Lebih

Banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 lalu meninggalkan duka mendalam serta kerusakan parah, khususnya di Desa Salah Sirong Jaya, Kecamatan Jeumpa. Terputusnya akses jalan dan sekolah membuat aktivitas belajar mengajar lumpuh, sehingga TNI berinisiatif menghadirkan kembali keceriaan di tengah keterbatasan.

Sejak Selasa (20/1/2026), para prajurit mulai menyambangi anak-anak di Posko Banjir Desa Salah Sirong Jaya. Suasana posko yang semula muram perlahan berubah menjadi riuh dengan tawa ceria saat anggota TNI mengajak anak-anak bermain permainan edukatif, minum susu bersama, serta membagikan paket makanan ringan.

Kegiatan trauma healing ini diikuti oleh 109 siswa MIS Cot Keutapang, 34 siswa SD Negeri 12 Juli, serta 35 siswa PAUD Harapan Bunda Teungku.

Komandan Seksi Kesehatan (Danki Kes) Yonif TP 837/Ksatria Trunojoyo, Lettu Ckm drg Muhammad Raditya Nanza, menjelaskan bahwa selain menghibur, tim medis juga memberikan edukasi kesehatan dasar, seperti cara mencuci tangan yang benar, serta sesi story telling tentang pahlawan dan kisah inspiratif untuk membangun mental anak-anak.

“Kami ingin anak-anak tetap bisa belajar dan bermain dengan ceria meskipun dalam kondisi darurat. Ini adalah bentuk kehadiran TNI untuk membantu mengurangi beban psikologis masyarakat pasca-bencana,” ujar Lettu Raditya.

Tak hanya pada pagi hari, para prajurit juga berperan sebagai guru mengaji di meunasah setempat pada sore hari. Selain itu, mereka memberikan materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) guna menumbuhkan semangat nasionalisme sejak dini. Di sisi lain, posko kesehatan turut dibuka untuk melayani warga umum yang mulai mengalami berbagai keluhan kesehatan pasca-banjir.

Raditya berharap, dukungan moril tersebut dapat membuat anak-anak tetap tangguh dalam mengejar cita-cita mereka. “Beberapa siswa bahkan menyampaikan keinginannya menjadi anggota TNI setelah melihat langsung kedekatan kami di sini. Itu menjadi motivasi tersendiri bagi kami,” ungkapnya.

Sementara itu, Aisyah, salah seorang guru yang bertugas di posko pengungsian, mengapresiasi kehadiran TNI di wilayah tersebut. Menurutnya, anak-anak yang sebelumnya murung kini kembali bersemangat mengikuti kegiatan belajar dan mengaji.

“Kehadiran bapak-bapak TNI sangat membantu. Anak-anak kami yang semula murung kini kembali ceria dan termotivasi untuk belajar,” ujarnya haru.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Desa Salah Sirong Jaya menjadi wilayah dengan dampak terparah akibat banjir bandang. Sebanyak 64 rumah dilaporkan hilang terseret arus, sementara sekitar 100 rumah lainnya terancam ambruk.

Akses menuju desa yang berjarak sekitar 16 kilometer dari pusat Kecamatan Jeumpa tersebut masih lumpuh. Jalan sepanjang enam kilometer berubah menjadi aliran sungai. Untuk mencapai lokasi, tim harus menempuh jalur setapak di perkebunan sawit yang hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki atau kendaraan roda dua tertentu, sehingga desa ini sempat terisolir total sejak banjir bandang terjadi pada 26 November 2025.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *