Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Puluhan tenaga medis dari Puskesmas Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, menunjukkan aksi solidaritas dan kepedulian tinggi dengan turun langsung membersihkan Pos Bersalin Desa (Polindes) di Gampong Blang Garang, Kecamatan Samalanga, yang terdampak parah akibat banjir, Rabu (21/1/2026).
Fasilitas kesehatan tersebut sebelumnya nyaris lumpuh total setelah terendam banjir dan dipenuhi endapan lumpur tebal, sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat tidak dapat berjalan secara optimal.
Kepala UPTD Puskesmas Simpang Mamplam, Suryani, SKM, kepada Bedahnews.com, Kamis (22/1/2026), menyampaikan bahwa pihaknya mengerahkan sebanyak 75 tenaga medis dalam aksi sosial tersebut. Selain mengandalkan tenaga, tim juga membawa berbagai peralatan kerja bakti, seperti kereta sorong, cangkul, sekop, serta perlengkapan pembersih lainnya.
Suryani mengungkapkan, kondisi Polindes saat pertama kali didatangi sangat memprihatinkan. Pintu pagar depan bahkan tidak dapat dibuka karena tertutup dan terganjal lumpur yang telah mengeras.
“Kondisinya berlumpur tebal. Mulai dari halaman hingga ke dalam ruangan penuh sisa banjir. Tim kami harus bahu-membahu membersihkan lumpur, ada yang mendorong kereta sorong dan sebagian besar menggunakan sepatu boot agar bisa bergerak dengan aman,” ujarnya.
Selain untuk memulihkan fungsi Polindes agar kembali dapat melayani kebutuhan kesehatan masyarakat Desa Blang Garang, kegiatan tersebut juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan kekompakan antar tenaga medis.
“Kegiatan ini bertujuan memperkuat kebersamaan dan solidaritas tenaga kesehatan, terutama saat menghadapi situasi bencana alam seperti ini,” tambahnya.
Aksi gotong royong yang berlangsung hingga siang hari itu membuahkan hasil signifikan. Jika sebelumnya area Polindes dipenuhi lumpur berwarna cokelat, kini kondisi bangunan sudah jauh lebih bersih dan layak digunakan.
“Alhamdulillah, yang awalnya pagar saja sulit dibuka, sekarang sudah bersih. Meski masih diperlukan pembersihan lanjutan untuk memastikan ruangan benar-benar steril, secara umum kondisinya sudah jauh lebih baik,” pungkas Suryani.








