Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Aksi kemanusiaan kembali ditunjukkan oleh kalangan akademisi di Kabupaten Bireuen. Dr. H. Kamaruddin, S.Pd., M.M., CRP., CFRM, dosen Program Magister Manajemen sekaligus Wakil Rektor III Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), menerima penghargaan dari Bupati Bireuen atas konsistensinya sebagai pendonor darah sukarela, Kamis (22/1/2026).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas capaian donor darah ke-58 kali. Namun, pada saat piagam diserahkan, Dr. Kamaruddin ternyata telah mencatatkan donor darahnya yang ke-59 kali, menegaskan komitmennya yang berkelanjutan dalam aksi kemanusiaan.
Penghargaan dari Bupati Bireuen itu diserahkan melalui Penanggung Jawab Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD dr. Fauziah Bireuen, Wardati, SKM., MKM, sebagai pengakuan atas kontribusi aktif masyarakat dalam menjaga ketersediaan stok darah di daerah.
Dr. Kamaruddin menuturkan bahwa perjalanan donor darahnya telah dimulai sejak usia 25 tahun. Kini, di usia 42 tahun, ia tetap konsisten mendonorkan darah demi membantu sesama yang membutuhkan.
“Donor darah bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang kepedulian dan tanggung jawab sosial. Saya berharap semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya donor darah,” ujar Dr. Kamaruddin kepada Bedahnews.com.
Ia juga menaruh perhatian besar terhadap para penderita thalassemia di Kabupaten Bireuen yang sangat bergantung pada transfusi darah secara rutin. Menurutnya, ketersediaan darah yang aman dan berkelanjutan merupakan kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi bersama.
Sebagai Wakil Rektor III, Kamaruddin tidak hanya bergerak secara personal. Ia secara aktif memfasilitasi kegiatan donor darah di lingkungan kampus UNIKI sebagai bagian dari edukasi dan pembentukan kepedulian sosial mahasiswa.
“Kampus harus menjadi pelopor gerakan sosial. Mahasiswa perlu diberi pemahaman bahwa donor darah itu sehat bagi pendonor dan sangat berarti bagi penerima,” tambahnya.
Sementara itu, Penanggung Jawab UTD RSUD dr. Fauziah Bireuen, Wardati, SKM., MKM, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan berkelanjutan dari civitas akademika UNIKI yang selama ini membantu memenuhi kebutuhan darah pasien.
Hal senada disampaikan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen, Edi Saputra. Ia menyebut para pendonor sukarela sebagai garda terdepan dalam misi kemanusiaan.
“Pendonor sukarela adalah pahlawan kemanusiaan. Apa yang dilakukan Dr. Kamaruddin patut menjadi teladan dan inspirasi bagi masyarakat Bireuen, khususnya generasi muda,” pungkas Edi.
Penghargaan ini menjadi bukti bahwa peran akademisi di Bireuen tidak hanya terbatas pada dunia pendidikan, tetapi juga berdampak nyata bagi keberlangsungan hidup masyarakat luas melalui aksi kemanusiaan setetes darah.








