Puluhan Nakes Puskesmas Jeunieb Gotong Royong Bersihkan Lumpur di Polindes Gampong Putoh

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Puluhan tenaga kesehatan (nakes) dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Jeunieb, Kabupaten Bireuen, menunjukkan solidaritas dan kepedulian tinggi dengan menggelar gotong royong massal membersihkan sisa lumpur dan sampah di Polindes Gampong Putoh, Kecamatan Samalanga, Rabu (21/1/2026).

Muat Lebih

Polindes yang berlokasi tak jauh dari kompleks Dayah MUDI Mesra Samalanga tersebut menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan banjir bandang pada akhir November 2025 lalu.

Pantauan Bedahnews.com di lokasi, sebanyak 45 tenaga medis yang dipimpin langsung Kepala UPTD Puskesmas Jeunieb, dr Zubaidah, tiba di area Polindes dengan membawa berbagai peralatan kebersihan, mulai dari kereta sorong, cangkul, sekop, bangki, hingga sapu.

Tanpa banyak aba-aba, para tenaga kesehatan yang sehari-hari akrab dengan alat medis itu langsung berjibaku membersihkan lumpur pekat yang menumpuk di halaman dan ruang-ruang bangunan.

Sebagian tenaga medis tampak mencangkul lumpur ke dalam kereta sorong, sementara lainnya menggunakan cara sederhana namun efektif, yakni mengumpulkan lumpur di atas spanduk bekas untuk kemudian ditarik bersama-sama keluar dari kompleks Polindes.

Bahkan, karena tebalnya endapan sedimen, beberapa tenaga medis terlihat mengangkat bongkahan lumpur secara manual dengan tangan kosong.

Irwandi, salah seorang tenaga medis Puskesmas Jeunieb, mengatakan bahwa meski kegiatan gotong royong berlangsung penuh semangat, kondisi Polindes belum sepenuhnya bersih.

“Gotong royong hari ini baru mampu membersihkan sebagian lumpur di satu sisi bangunan. Di bagian lain dalam kompleks Polindes, endapan lumpur masih sangat tebal, bahkan ada yang mencapai lebih dari satu meter,” ungkap Irwandi kepada Bedahnews.com.

Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Jeunieb, dr Zubaidah, menegaskan bahwa pengerahan puluhan tenaga medis ini bukan semata-mata untuk pemulihan fisik bangunan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan moral bagi tenaga kesehatan dan masyarakat setempat.

“Kami mengerahkan 45 tenaga medis. Selain mempercepat pemulihan fasilitas kesehatan agar segera kembali melayani warga, kegiatan ini juga bertujuan mempererat kebersamaan dan kekompakan antar tenaga medis dalam menghadapi situasi bencana,” ujar dr Zubaidah.

Hingga berita ini diturunkan, tumpukan lumpur masih terlihat di sejumlah titik di area Polindes Gampong Putoh dan memerlukan penanganan lanjutan agar layanan kesehatan bagi masyarakat desa setempat dapat kembali berjalan normal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *