Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Di tengah keterbatasan hidup di lokasi pengungsian, suasana haru bercampur kebahagiaan menyelimuti Desa Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Senin (19/1/2026) sore. Momen tersebut tercipta saat anak-anak korban banjir menerima bantuan yang membawa kembali senyum di wajah mereka.
Sejumlah bocah yang harus kehilangan kenyamanan rumah akibat bencana banjir dan tanah longsor, mendadak menjadi pusat perhatian. Bukan karena keluhan, melainkan karena keceriaan dan rasa syukur tulus yang mereka tunjukkan saat menerima paket bantuan berupa pakaian dan kebutuhan dasar.
Kehangatan suasana kian terasa ketika Hj Faridah Adam, istri Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB H Ruslan Daud (HRD), mengunjungi para pengungsi di kompleks Dayah Istiqamatuddin Pasi, lokasi penampungan sementara warga. Kehadiran tim HRD membawa bantuan sembako, perlengkapan harian, serta pakaian baru yang dikhususkan bagi anak-anak.
Muhammad Farid, salah seorang bocah pengungsi, tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya saat menerima baju baru. Rumahnya diketahui hancur total akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025 lalu.
“Makasih bu HRD, makasih Ibu Hajjah Faridah,” ucap Farid polos sambil menggenggam erat pakaian barunya.
Pemandangan serupa terlihat pada anak-anak lainnya di desa pesisir yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka itu. Bagi mereka, pakaian baru di tengah kondisi darurat pascabencana menjadi hadiah yang sangat berharga. Beberapa anak bahkan terlihat melompat kegirangan sembari memamerkan baju mereka kepada teman-temannya.
“Yee… yee dapat baju! Makasih bu,” teriak mereka bersahutan dengan suara riang, menciptakan suasana hangat di tengah duka pengungsian.
Kepolosan dan tawa anak-anak ini menjadi pelipur lara bagi para pengungsi dewasa. Di tengah trauma kehilangan tempat tinggal dan harta benda, kebahagiaan sederhana dari anak-anak memberikan energi positif serta harapan untuk bangkit.
Hj Faridah Adam mengaku terharu melihat antusiasme para bocah pengungsi. Ia berharap bantuan yang disalurkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga mampu mengembalikan semangat, rasa aman, dan keceriaan anak-anak dalam masa pemulihan pascabencana.
Hingga kini, warga Desa Alue Kuta masih membutuhkan perhatian dan uluran tangan dari berbagai pihak, mengingat kerusakan akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi pada penghujung tahun lalu tergolong cukup parah.








