Rumah Hanyut Diterjang Banjir Bandang, Warga Blang Mee Kutablang Bireuen Butuh Hunian Baru

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Sejumlah warga Gampong Blang Mee, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, masih dirundung duka pascabencana banjir bandang dan tanah longsor. Tempat tinggal mereka lenyap terseret arus, sementara beberapa rumah lainnya kini berada di ambang ambruk ke aliran Krueng Tingkeum akibat erosi tebing sungai yang semakin parah.

Muat Lebih

Bencana banjir bandang yang terjadi pada Rabu (26/11/2025) itu meninggalkan dampak kerusakan serius di kawasan permukiman warga. Selain rumah yang hilang, sebagian besar wilayah gampong terendam air dan lumpur tebal.

Keuchik Blang Mee, Ferizal, didampingi sejumlah warga pemilik rumah, mengatakan sedikitnya 10 unit rumah warga hilang total akibat pengikisan tebing sungai. Hal tersebut disampaikannya kepada BEDAHNEWS.com, Minggu (18/1/2026) pagi.

“Dampaknya sangat luar biasa. Selain 10 rumah hilang, sekitar 98 persen rumah warga terendam banjir, dan 50 persen di antaranya tertimbun lumpur tebal,” ujar Ferizal.

Adapun rumah yang hilang berada di Dusun Kumbang Raya dan Pang Akop, masing-masing milik Nurhayati Ibrahim, Baktiar, M Sulaiman, Hafiz, Nawiyah A Rahman, Munawar Mahyeddin, Khaidir, Yahya Asyek, Said Fakurrazi, dan Asnawi.

Selain itu, empat rumah lainnya milik Azmir, M Yusuf, Yusmadi, dan Mukhtar kini berada dalam kondisi kritis dan terancam jatuh ke sungai seiring terus terjadinya erosi tebing Krueng Tingkeum.

Pasca-bencana, sebanyak 13 kepala keluarga terpaksa mengungsi. Sebagian menyewa rumah, sementara lainnya menumpang di kediaman kerabat maupun tetangga.

Kisah memilukan dialami Khaidir (30). Bersama istrinya, Seri Indriani (29) yang tengah hamil enam bulan, serta anak mereka Alfa Riski (3), ia terpaksa tinggal di sebuah gubuk darurat di halaman rumah warga. Gubuk tersebut berjarak sekitar 100 meter dari lokasi rumah lama mereka yang telah ambruk ke sungai.

Ferizal menegaskan, ke-14 kepala keluarga korban banjir sebenarnya telah memiliki lahan alternatif untuk pembangunan rumah baru. Namun, keterbatasan biaya menjadi kendala utama untuk memulai pembangunan.

“Warga sangat membutuhkan bantuan, baik Rumah Hunian Sementara (Huntara) maupun Rumah Hunian Tetap (Huntap). Seluruh data korban sudah kami serahkan ke pihak Kecamatan Kutablang,” harapnya.

Terkait bantuan logistik, Ferizal menyebutkan pihaknya telah menerima bantuan beras sebanyak 1,6 ton dari Pemerintah Kabupaten Bireuen.

“Bantuan tersebut akan segera kami salurkan secara merata kepada seluruh warga Blang Mee yang berjumlah 515 kepala keluarga,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *