Lantai Jembatan Bailey Kutablang Patah Diterjang Truk Overload, Jalur Banda Aceh–Medan Lumpuh Total

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Arus lalu lintas nasional yang menghubungkan Banda Aceh–Medan lumpuh total pada Rabu pagi (14/1/2026) setelah lantai Jembatan Bailey Krueng Tingkeum di kawasan Kutablang, Kabupaten Bireuen, mengalami kerusakan serius.

Muat Lebih

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, dipicu patahnya dua panel lantai jembatan usai dilintasi truk bermuatan lebih (overload). Akibat kondisi yang dinilai membahayakan, akses jembatan langsung ditutup total untuk seluruh jenis kendaraan, termasuk sepeda motor.

Penutupan mendadak ini menyebabkan antrean kendaraan mengular panjang di kedua arah. Untuk mengurai kemacetan, petugas mengalihkan arus lalu lintas ke jalur alternatif melalui Jembatan Awe Geutah Paya–Teupin Reudeup.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata di lokasi, kerusakan bermula saat beberapa truk bertonase besar melintas secara beruntun. Tiba-tiba terdengar dentuman keras dari badan jembatan. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas PT Adhi Karya bersama personel TNI, ditemukan dua plat besi lantai jembatan patah dan mengalami pelengkungan parah.

“Kondisinya sangat berbahaya. Demi keselamatan pengguna jalan, arus lalu lintas terpaksa kami tutup total sejak pagi,” ujar salah seorang petugas di lapangan.

Pantauan BEDAHNEWS.com, tim gabungan dari Zeni Kodam Iskandar Muda (Zidam IM), Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, dan PT Adhi Karya saat ini tengah melakukan perbaikan darurat. Proses penggantian lantai jembatan dilakukan secara manual dengan menarik plat besi menggunakan tali, sementara personel Zidam tampak turun ke kolong jembatan untuk memastikan stabilitas struktur.

Material pengganti telah disiapkan di lokasi. Namun hingga berita ini diturunkan, belum dapat dipastikan kapan Jembatan Bailey tersebut dapat kembali difungsikan secara normal.

Perwakilan PT Adhi Karya, Iskandar, menyayangkan masih adanya sopir truk yang mengabaikan aturan pembatasan beban. Padahal, rambu peringatan telah dipasang secara jelas di sekitar jembatan.

“Batas maksimal sudah ditentukan, tinggi kendaraan 4 meter dan berat total 30 ton, termasuk bobot kendaraan. Dari kerusakan ini, jelas ada kendaraan yang melintas dalam kondisi overload dan overdimension,” tegas Iskandar.

Ia mengingatkan bahwa Jembatan Bailey bersifat sementara dan memiliki keterbatasan kapasitas struktur. Jika aturan terus dilanggar, jembatan pengganti tersebut berisiko mengalami kerusakan berulang sebelum jembatan permanen selesai dibangun.

Hingga siang hari, antrean kendaraan masih terlihat mengular di sekitar lokasi kejadian. Iskandar pun mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi dan pengusaha angkutan barang, untuk memiliki kesadaran kolektif dalam menjaga fasilitas umum.

“Kami upayakan perbaikan secepat mungkin. Namun, kami berharap para sopir mematuhi ketentuan muatan demi keselamatan bersama sampai jembatan permanen benar-benar rampung,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *