Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Guna mempercepat pemulihan fasilitas publik pascabanjir bandang, ratusan personel gabungan TNI Angkatan Darat diterjunkan untuk membersihkan sisa lumpur yang mengendap di Puskesmas Peusangan, Kabupaten Bireuen, Minggu (11/1/2026).
Aksi bertajuk Serbuan Lumpur ini melibatkan prajurit dari Kodim 0111/Bireuen, Yonif 113/Jaya Sakti, serta Yonif TP 837 Kesatria Trunojoyo. Mereka bahu-membahu membersihkan lumpur tebal yang masih menutupi area dalam dan luar puskesmas agar pelayanan kesehatan segera kembali normal.
Komandan Kodim 0111/Bireuen, Letkol Arh Luthfi Novriadi, yang turun langsung ke lokasi bersama Danyonif TP 837 Kesatria Trunojoyo Letkol Inf Heru Dwi Santoso serta Kepala Dinas Kesehatan Bireuen dr. Irwan, menegaskan bahwa pemulihan layanan kesehatan menjadi prioritas utama.
“Kami membagi personel ke dalam dua sektor. Sebagian membersihkan lingkungan luar dari timbunan tanah dan lumpur, sementara lainnya fokus ke ruangan-ruangan yang terendam lumpur pekat. Target kami, Puskesmas Peusangan segera bisa kembali operasional,” ujar Letkol Luthfi kepada Bedahnews.com di lokasi.
Ia mengakui, Puskesmas Peusangan merupakan fasilitas kesehatan dengan tingkat kerusakan terparah akibat banjir dibandingkan puskesmas lainnya. Karena itu, selain mengerahkan ratusan personel, TNI juga menurunkan alat berat untuk mempercepat proses pembersihan.
“Hari ini kami turunkan personel dan alat berat. Kami juga sedang mengupayakan tambahan ekskavator agar pengerjaan bisa lebih cepat dan maksimal,” tambahnya.
Letkol Luthfi juga mengungkapkan bahwa jumlah personel akan terus ditambah. Setelah pengerahan sekitar 200 personel dari Kodim 0111/Bireuen, pada 13 Januari 2026 mendatang akan menyusul tambahan 250 personel dari Yonif TP 837 Kesatria Trunojoyo.
Selain puskesmas, TNI turut menyisir fasilitas pendidikan yang terdampak banjir. Berdasarkan laporan Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Bireuen, Abdul Hamid, sebagian besar sekolah seperti SMAN 1 Peusangan dan SMA Al-Furqan telah selesai dibersihkan.
“Masih tersisa SMKN 1 Peusangan di bagian lorong serta SMAN 1 Peusangan Siblah Krueng di area halaman yang perlu penanganan lanjutan. Kami sudah mengajukan bantuan alat berat dari pusat untuk mempercepat pembersihan,” jelas Dandim.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bireuen, dr. Irwan, menyampaikan bahwa lima puskesmas lain yang sempat terdampak banjir, yakni Puskesmas Kutablang, Peusangan Siblah Krueng, Jangka, Mon Kelayu, dan Samalanga, kini telah pulih 100 persen.
“Yang tersisa hanya Puskesmas Peusangan. Meski kondisinya cukup parah dan diperkirakan membutuhkan waktu hingga dua minggu untuk bersih total, pelayanan kesehatan tetap berjalan dan tidak berhenti,” tegasnya.
Untuk sementara, layanan kesehatan bagi warga Kecamatan Peusangan dialihkan ke posko darurat yang dibuka di UPTD RSUD Peusangan Raya hingga puskesmas tersebut kembali beroperasi secara normal.








