Pascabanjir Bandang, Pelayanan Kantor Camat Peusangan Siblah Krueng Dialihkan ke Ruko Sementara

  • Whatsapp

Jurnalis : Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Pelayanan administrasi publik di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, hingga kini masih dilakukan secara darurat di sebuah ruko yang berada di depan kantor camat setempat. Pengalihan lokasi pelayanan ini dilakukan menyusul rusaknya seluruh fasilitas kantor akibat terjangan banjir bandang dahsyat pada akhir November 2025 lalu.

Muat Lebih

Banjir bandang yang terjadi pada Rabu (26/11/2025) tersebut mengakibatkan hampir seluruh meubeler, peralatan elektronik, serta dokumen penting di Kantor Camat Peusangan Siblah Krueng rusak dan tidak dapat digunakan.

Camat Peusangan Siblah Krueng, Afrizal, ST, kepada BEDAHNEWS.com, Sabtu (10/1/2026), mengatakan bahwa pemindahan aktivitas pelayanan ke ruko sementara ini merupakan langkah darurat agar urusan administrasi masyarakat tetap berjalan meskipun dalam kondisi sangat terbatas.

“Pelayanan terpaksa kami alihkan ke ruko agar masyarakat tetap bisa dilayani. Walaupun serba keterbatasan, kami berupaya agar tidak ada pelayanan yang terhenti,” ujar Afrizal.

Afrizal mengenang, saat banjir bandang melanda kawasan tersebut, ketinggian air di lingkungan Kantor Camat mencapai sekitar tiga meter. Luapan air bercampur lumpur itu menenggelamkan seluruh isi kantor, menyebabkan kerusakan parah pada seluruh fasilitas kerja.

“Semua meubeler, peralatan kerja, hingga dokumen-dokumen penting habis terendam. Untuk sementara, kami bahkan meminjam meja dan kursi dari warung kopi di sekitar ruko ini agar bisa tetap melayani warga,” tuturnya di sela aktivitas pelayanan.

Keterbatasan fasilitas juga berdampak pada layanan surat-menyurat. Untuk keperluan pencetakan dokumen, para pegawai terpaksa harus menuju Matang Geulumpang Dua karena belum adanya layanan fotokopi yang beroperasi di sekitar lokasi kantor darurat.

“Jika ada berkas yang harus segera dicetak, pegawai kami utus ke Matang. Ini tentu menjadi kendala tersendiri dalam pelayanan,” tambah Afrizal.

Pasca-bencana, upaya pembersihan kantor terus dilakukan secara maraton. Menurut Afrizal, proses tersebut melibatkan para keuchik, sekretaris desa, serta mendapat dukungan besar dari Pemerintah Provinsi Aceh yang mengerahkan 218 Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Bantuan dari provinsi sangat membantu. Mereka juga mengerahkan lima unit ekskavator, satu unit buldozer, dan lima unit dump truck untuk mengangkut lumpur dari area Kantor Camat, Puskesmas, hingga SMAN 1 Peusangan Siblah Krueng,” jelasnya.

Saat ini, kondisi bangunan kantor camat disebut sudah bersih sekitar 80 persen. Namun, akses masuk ke dalam ruangan masih terbatas karena sisa lumpur yang licin, sehingga pegawai harus menyusun papan sebagai titian sementara.

Pihak kecamatan telah melaporkan kondisi darurat tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen. Afrizal berharap pengadaan meubeler dan peralatan kerja baru dapat segera direalisasikan agar pelayanan publik bisa kembali berjalan normal di kantor utama.

“Kami sangat berharap adanya bantuan pengadaan meubeler dan alat kerja baru, sehingga pelayanan dapat kembali dilakukan di kantor camat dengan lebih layak,” pungkas Afrizal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *