ADG Bireuen Naik Rp11 Miliar pada 2026, Apdesi: Angin Segar bagi Pemerintah Gampong

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Bireuen memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen atas kebijakan strategis menambah Alokasi Dana Gampong (ADG) sebesar Rp11 miliar pada tahun anggaran 2026.

Muat Lebih

Ketua Apdesi Bireuen, Tgk Mauliadi, menilai kebijakan tersebut menjadi angin segar bagi pemerintah gampong, terutama di tengah penurunan Dana Desa (DD) yang cukup signifikan pada tahun anggaran berjalan.

“Rata-rata Dana Desa di Bireuen tahun ini turun hampir 60 persen. Karena itu, komitmen Pemkab Bireuen menambah ADG sebesar Rp11 miliar di tahun 2026 merupakan bukti nyata kepedulian terhadap keberlangsungan pemerintahan dan pembangunan di tingkat gampong,” ujar Tgk Mauliadi kepada BEDAHNEWS.com, Sabtu (10/1/2026).

Selain mengapresiasi penambahan ADG, Apdesi Bireuen juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemkab Bireuen dalam mengoptimalkan pengelolaan aset milik daerah sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurutnya, peningkatan PAD menjadi faktor penting dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah, khususnya untuk menutupi berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.

“Kami mendukung penuh upaya pemerintah daerah dalam mengelola aset secara maksimal. Jika PAD meningkat, ketergantungan terhadap dana transfer pusat dapat dikurangi, sehingga pembangunan di Kabupaten Bireuen tetap berjalan,” jelasnya.

Di sisi lain, Tgk Mauliadi juga mengajak seluruh keuchik di Kabupaten Bireuen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan mendukung kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat gampong.

“Dengan PAD yang kuat dan kebersamaan seluruh keuchik, saya yakin Bireuen akan terus maju. Kuncinya adalah persatuan dan komitmen bersama untuk membangun daerah demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemkab Bireuen menyatakan komitmennya untuk terus berupaya mengatasi berbagai kendala yang dihadapi pemerintah gampong, termasuk dalam menyikapi fluktuasi anggaran di tahun-tahun mendatang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *