Jurnalis : Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Tiga menteri Kabinet Merah Putih melakukan kunjungan kerja mendadak ke Desa Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Jumat (9/1/2026) pagi, guna meninjau langsung kerusakan tambak udang dan sektor perikanan warga yang lumpuh akibat banjir bandang beberapa waktu lalu.
Kunjungan tersebut dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan Dr. Budi Santoso, MSi, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Kehadiran para pejabat negara ini menjadi perhatian warga, mengingat sektor perikanan merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat setempat.
Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 06.20 WIB dan didampingi Direktur Sarana dan Prasarana Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP Ir Ujang Kamaruddin, MSc, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya TB Haeru Rahayu, serta Kepala Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan Bireuen, Ir M Jafar, MM.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bireuen, Ir M Jafar, kepada Bedahnews.com menjelaskan bahwa para menteri menyaksikan langsung kondisi infrastruktur perikanan yang mengalami kerusakan cukup parah. Sejumlah tambak warga tertimbun lumpur, tanggul jebol, serta kualitas air tambak tidak lagi layak untuk kegiatan budidaya.
“Akibat bencana ini, aktivitas budidaya terhenti total. Banyak hasil panen milik masyarakat hilang terbawa arus banjir,” ungkap M Jafar.
Dalam dialog dengan para pembudidaya, Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pemulihan sektor perikanan di Bireuen menjadi prioritas pemerintah pusat karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan nasional.
“Pemerintah pusat akan mendorong langkah cepat dan sinergi lintas sektor. Kami akan mengkaji bantuan sarana produksi, perbaikan infrastruktur, serta dukungan benih dan pakan agar para pembudidaya bisa segera bangkit,” tegas Zulkifli Hasan.
Sementara itu, Direktur Sarana dan Prasarana KKP, Ir Ujang Kamaruddin, MSc, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan inventarisasi dampak banjir sejak sebulan terakhir, mulai dari Aceh Tamiang hingga Bireuen.
“Kehadiran kami hari ini untuk memvalidasi data kerusakan, baik kategori ringan, sedang, maupun berat. Data ini akan menjadi dasar bagi kementerian dalam merumuskan skema penanganan dan bantuan lanjutan,” jelasnya.
Di sisi lain, keresahan masyarakat turut disampaikan oleh Camat Jangka, Mulyadi. Ia meminta pemerintah segera membangun tanggul permanen, mengingat munculnya muara sungai baru akibat banjir yang berpotensi mengancam tambak-tambak warga yang masih tersisa.
Hal senada disampaikan Keuchik Alue Kuta, Habibullah. Ia mengungkapkan bahwa warga desa telah kehilangan mata pencaharian hampir dua bulan akibat lumpuhnya aktivitas tambak.
“Selama ini kebutuhan makan terbantu dengan sembako, tetapi yang kami butuhkan adalah solusi nyata agar masyarakat bisa kembali bekerja dan mengelola tambak seperti sedia kala,” pungkasnya.
Kunjungan tiga menteri tersebut diharapkan menjadi titik terang bagi ribuan pembudidaya udang di Kecamatan Jangka untuk memulihkan kembali perekonomian mereka yang terdampak parah akibat bencana banjir bandang.








