Ratusan Pegawai Dinkes Bireuen Gotong Royong Bersihkan Puskesmas Peusangan Pascabanjir

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Ratusan tenaga kesehatan bersama para kepala puskesmas di bawah naungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bireuen turun langsung melakukan aksi gotong royong massal membersihkan lingkungan Puskesmas Peusangan, Jumat (9/1/2026) pagi.

Muat Lebih

Aksi bakti sosial tersebut difokuskan pada pembersihan sisa material lumpur tebal yang masih menimbun area puskesmas pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu, sehingga menghambat aktivitas pelayanan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Bireuen, dr Irwan, kepada Bedahnews.com menjelaskan bahwa kegiatan gotong royong ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni Jumat hingga Sabtu (9–10/1/2026).

“Hari ini tim penggerak berasal dari Puskesmas Gandapura, Jeumpa, Peulimbang, Jeunieb, Pandrah, serta internal Puskesmas Peusangan sendiri. Puskesmas lainnya akan menyusul sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” ujar dr Irwan.

Selain Puskesmas Peusangan, dr Irwan mengakui masih terdapat sejumlah fasilitas kesehatan lain yang mengalami kerusakan berat akibat banjir bandang, khususnya di tingkat pelayanan desa.

“Di Gampong Putoh, Kecamatan Samalanga, terdapat tiga Pustu, Polindes, dan Poskedes yang terdampak cukup parah. Kami akan mengerahkan dukungan dari puskesmas terdekat seperti Simpang Mamplam, Pandrah, Jeunieb, dan Peulimbang agar pembersihan dapat segera dilakukan dan pelayanan kesehatan masyarakat kembali berjalan,” tambahnya.

Di lokasi kegiatan, turut hadir Ketua Tim Kerja Tanggap Darurat dan Klaster Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Budiman SKM MKes. Ia menegaskan bahwa Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, telah menginstruksikan agar seluruh fasilitas kesehatan yang terdampak bencana hidrometeorologi dapat segera diakses dan difungsikan kembali.

“Dari delapan puskesmas yang terdampak banjir, saat ini tinggal dua yang masih dalam proses pemulihan intensif, salah satunya Puskesmas Peusangan. Meski belum optimal akibat endapan lumpur, kami memastikan layanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan,” jelas Budiman.

Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mengupayakan agar gedung baru Puskesmas Peusangan dapat mulai difungsikan dalam waktu sekitar dua bulan ke depan. Untuk mempercepat proses tersebut, alat berat telah beberapa kali dikerahkan guna mengeruk tumpukan lumpur dan tanah di area puskesmas.

Terkait kerusakan sarana dan prasarana, termasuk dua unit mobil ambulans yang rusak akibat tertimbun lumpur, Budiman menyebut pihak Kementerian Kesehatan telah menerima laporan resmi dari Kadinkes Bireuen.

“Proses pengadaan pengganti sedang berjalan. Sejumlah donatur juga telah menyatakan kesiapan untuk membantu pengadaan alat kesehatan dan meubeler. Bantuan ini tidak hanya untuk Aceh, tetapi juga akan didistribusikan ke wilayah lain seperti Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang terdampak bencana serupa,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *