Masjid Al-Mabrur Ambruk Diterjang Banjir Bandang, Warga Cot Meurak Blang Harapkan Bantuan Pemkab Bireuen

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Warga Gampong Cot Meurak Blang, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen segera membangun kembali Masjid Al-Mabrur yang ambruk akibat banjir bandang pada akhir November 2025 lalu.

Muat Lebih

Rumah ibadah yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat itu kini tidak lagi dapat digunakan setelah diterjang air bah disertai tanah longsor yang melanda kawasan tersebut pada Rabu (26/11/2025).

Harapan tersebut disampaikan pengurus Masjid Al-Mabrur sekaligus mantan Keuchik Cot Meurak Blang, Syamsuddin (55), saat mendampingi kunjungan Penjabat (Pj) Bupati Bireuen, H Mukhlis, bersama Kepala Dinas PUPR Bireuen, Ir Fadhli Amir, ke lokasi bencana, Kamis (8/1/2026).

“Kami sangat memohon perhatian dan bantuan pemerintah untuk membangun kembali masjid gampong kami yang telah ambruk. Selain itu, kami juga meminta adanya langkah antisipasi agar aliran air tidak kembali masuk ke permukiman warga,” ujar Syamsuddin kepada Bedahnews.com.

Ia menjelaskan, dampak banjir bandang tersebut sangat parah. Area masjid yang berada di Dusun Berdan mengalami erosi sepanjang lebih dari 90 meter. Bahkan, lahan milik warga di sekitar lokasi turut tergerus derasnya arus hingga berubah menjadi alur sungai baru.

Menurutnya, normalisasi sungai menjadi kebutuhan mendesak demi memberikan rasa aman bagi masyarakat.

“Kami berharap tepi sungai segera dibangun tanggul dan alirannya diluruskan kembali ke arah Krueng Batee Iliek. Ini penting agar warga tidak terus diliputi rasa was-was setiap kali hujan turun,” imbuhnya.

Sementara itu, terkait rencana pembangunan kembali masjid, pihak gampong mengaku telah menyiapkan solusi lokasi baru. Pengurus Masjid Al-Mabrur lainnya, Syarifuddin, mengatakan warga telah menyediakan lahan wakaf yang berada sekitar 100 meter dari jalan utama Gampong Cot Meurak Blang.

“Lahan wakaf sudah tersedia. Kami sangat berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan masjid baru tersebut,” kata Syarifuddin.

Selama masjid belum dibangun, aktivitas ibadah warga terpaksa dialihkan ke tempat lain. Untuk pelaksanaan salat Jumat, warga harus menuju Masjid LPI Najmul Hidayah Al Aziziyah, sementara salat lima waktu dilaksanakan di Balai Tani Dusun Meunasah Kumbang.

“Saat ini kami menumpang di balai tani dan masjid gampong tetangga. Semoga Pemkab Bireuen dapat mengambil langkah cepat untuk membantu masyarakat,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *