Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Kecamatan Samalanga kembali menjadi sorotan pascabanjir bandang dan tanah longsor hebat yang terjadi pada Selasa hingga Rabu (25–26/11/2025). Meski dikenal sebagai wilayah langganan banjir di Kabupaten Bireuen, penanggulangan bencana di kawasan ujung barat kabupaten tersebut hingga kini masih dilakukan dengan peralatan yang sangat terbatas.
Hingga saat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) Samalanga Peduli bersama relawan lokal terpaksa berjibaku melakukan proses evakuasi secara manual, tanpa dukungan sarana evakuasi yang memadai, khususnya perahu karet.
Perwakilan TRC Samalanga Peduli, Mirza Putra, menyebutkan bahwa letak geografis Samalanga yang berada di ujung Kabupaten Bireuen kerap menjadi kendala dalam percepatan distribusi bantuan dari pusat kabupaten.
“Kami berada di kecamatan paling ujung. Dalam situasi bencana, bantuan dari kabupaten membutuhkan waktu cukup lama untuk sampai ke Samalanga,” ujar Mirza kepada Bedahnews.com, Kamis (8/1/2026) sore.
Menurutnya, kondisi semakin sulit ketika bencana terjadi secara bersamaan di beberapa wilayah. Hal tersebut membuat fokus penanganan Pemkab Bireuen terbagi, sehingga pada jam-jam awal bencana, relawan di Samalanga harus bergerak secara mandiri.
“Kami sangat berharap Pemkab Bireuen dapat membantu menyediakan perlengkapan evakuasi, terutama perahu karet, agar penanganan awal bisa dilakukan dengan lebih aman dan cepat,” harapnya.
Mirza menegaskan, ketersediaan peralatan evakuasi sangat krusial bagi relawan lokal untuk memberikan pertolongan pertama sembari menunggu bantuan berskala besar tiba.
Ketiadaan perahu karet menjadi persoalan serius, terutama saat harus mengevakuasi kelompok rentan. Selama ini, relawan terpaksa mengandalkan cara-cara darurat demi menyelamatkan warga.
“Kendala terbesar kami adalah saat mengevakuasi warga lanjut usia dan ibu hamil. Warga yang masih kuat mungkin bisa menyelamatkan diri ke tempat tinggi, seperti naik ke atap rumah atau pohon, tetapi kelompok rentan tentu membutuhkan bantuan khusus,” ungkap Mirza.
Ia menambahkan, apabila permohonan tersebut dapat direalisasikan, peralatan evakuasi akan ditempatkan di Posko TRC Samalanga yang berlokasi di Kantor Camat Samalanga.
“Jika alat evakuasi tersedia dan siaga di Samalanga, respon awal penyelamatan warga saat bencana terjadi akan jauh lebih cepat dan efektif,” pungkasnya.








