Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Bupati Bireuen, H Mukhlis, meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak banjir luapan sungai dan genangan air hujan di Kecamatan Jeunieb dan Samalanga, Kamis (8/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bireuen, Ir Fadhli Amir, Camat Jeunieb Muhammad Maulana Rahmat, Keuchik M Fadhil, serta perangkat Gampong Meunasah Tambo.
Salah satu titik utama peninjauan adalah jembatan beton di Dusun Hanasah, Gampong Meunasah Tambo, Kecamatan Jeunieb. Jembatan penghubung antar-gampong itu ambruk akibat erosi sungai yang terjadi pada Senin (6/1/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.
Selain jembatan, Bupati juga meninjau kerusakan badan jalan akses perkebunan sepanjang 150 meter di Gampong Blang Poroh yang putus total diterjang banjir bandang. Kondisi memprihatinkan juga ditemukan di Gampong Cot Geulumpang Baroh, di mana saluran irigasi mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan segera untuk mencegah luapan air ke permukiman warga.
Rombongan selanjutnya bergerak ke Kecamatan Samalanga untuk melihat kondisi Gampong Putoh yang masih terendam lumpur pekat pascabanjir. Di wilayah ini, Bupati juga meninjau erosi parah aliran Krueng Batee Iliek di Gampong Cot Meurak Blang.
Erosi sungai tersebut berdampak serius terhadap sejumlah fasilitas umum. Bangunan Masjid Al-Mabrur, meunasah, serta bilik santri di Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Najmul Hidayah Al Aziziyah dilaporkan mengalami kerusakan berat. Selain itu, bendung irigasi Lhok Pudeng di Gampong Meurah turut mengalami kerusakan akibat terjangan arus.
Kepada Bedahnews.com, Bupati Bireuen, H Mukhlis, mengatakan bahwa untuk jembatan yang ambruk di Meunasah Tambo, pihaknya langsung mengambil langkah cepat dengan mengerahkan alat berat.
“Untuk jembatan beton yang ambruk, hari ini langsung kami turunkan breaker excavator guna membongkar materialnya. Sementara jembatan lama masih bisa difungsikan, meski kendalanya sering tersangkut sampah,” ujar Bupati.
Terkait rencana normalisasi Krueng Jeunieb, Bupati menyebutkan bahwa penanganan akan dilakukan setelah kondisi cuaca kembali normal.
“Pembangunan kembali jembatan yang ambruk serta normalisasi sungai membutuhkan anggaran yang cukup besar. Kami akan mengevaluasi skema penanganannya dan berharap adanya dukungan anggaran dari pemerintah pusat,” tambahnya.
Sementara itu, untuk penanganan lumpur di Gampong Putoh, Kecamatan Samalanga, Bupati berjanji akan segera mengerahkan alat berat berukuran kecil guna membersihkan lorong-lorong desa serta saluran air agar aliran kembali lancar.
Peutuha Tuha Peut Gampong Putoh, Rusli Ilyas (70), mengungkapkan bahwa meskipun sebelumnya telah ada bantuan alat berat, namun pembersihan belum menjangkau lorong-lorong sempit di permukiman warga.
“Kemarin malam pemukiman kembali tergenang karena saluran air tersumbat lumpur. Kami sangat berharap bantuan alat berat kecil agar lorong dan saluran air bisa dibersihkan,” ujar Rusli.
Hal senada disampaikan Khalidin (43), warga Gampong Blang Poroh. Ia berharap jalan akses kebun yang putus sepanjang 150 meter segera diperbaiki karena menjadi jalur utama masyarakat.
“Itu satu-satunya akses kami untuk mengangkut hasil panen. Jika jalan putus, ekonomi keluarga kami sangat terganggu,” pungkasnya.








