Warga Ulee Cee Bireuen Harapkan Huntap Terbangun Sebelum Ramadan

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Puluhan warga Gampong Ulee Cee, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, masih diliputi kecemasan pasca-banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025 lalu. Hingga kini, warga yang rumahnya rusak berat sangat berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan hunian tetap (Huntap), terlebih menjelang datangnya bulan suci Ramadan.

Muat Lebih

Harapan itu muncul karena sebagian warga masih bertahan di tempat tinggal darurat yang jauh dari kata layak. Mereka ingin kembali menata kehidupan serta menjalankan ibadah puasa dengan aman dan nyaman.

Keuchik Gampong Ulee Cee, Azwani, didampingi Ketua Apdesi Kecamatan Jangka, Saipuni atau yang akrab disapa Tu Bugak, menyampaikan kondisi terkini warga saat meninjau lokasi terdampak bencana, Rabu (7/1/2026).

Azwani menjelaskan, bencana banjir bandang dan longsor berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Saat kejadian, sebanyak 217 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke meunasah. Kini, sebagian warga telah kembali ke rumah masing-masing sambil membersihkan sisa endapan lumpur, namun tidak sedikit yang masih menumpang di rumah kerabat atau tinggal di gubuk dan balai darurat karena rumah mereka rusak parah dan tidak lagi bisa dihuni.

“Untuk rumah yang rusak berat tercatat sebanyak 25 unit. Pemilik rumah sangat membutuhkan bantuan pembangunan hunian tetap dari pemerintah,” ujar Azwani.

Selain itu, terdapat 165 unit rumah rusak sedang. Kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas umum, di antaranya kantor keuchik, posyandu, meunasah, balai pengajian, serta infrastruktur pertanian dan perikanan. Sawah seluas 25 hektare, tambak 65 hektare, saluran air sawah sepanjang 3.500 meter, dan saluran tambak sekitar 4.000 meter turut mengalami kerusakan.

“Saat ini, warga yang rumahnya rusak berat terpaksa menumpang di rumah keluarga atau tinggal di balai-balai darurat di halaman rumah mereka,” tambahnya.

Potret pilu terlihat pada keluarga Hasan Idrus (40), warga Dusun Tgk Dilampoh. Rumah Hasan hancur diterjang banjir pada Rabu (26/11/2025). Kini, ia bersama dua keluarga anaknya, Husnidar (35) dan Ernita (30), harus tinggal berdesakan di sebuah balai kecil yang jauh dari kata layak.

Ernita menuturkan, kondisi tempat tinggal mereka sangat memprihatinkan. Balai kecil yang ditempati hanya memiliki sedikit ruang, sementara bagian belakang bangunan tidak bisa digunakan karena lantainya sudah amblas.

“Kami sangat berharap pemerintah segera membangun rumah baru untuk kami. Tinggal di balai kecil ini sangat tidak nyaman, apalagi jika hujan turun,” ungkap Ernita dengan suara lirih.

Sementara itu, Ketua Apdesi Kecamatan Jangka, Saipuni (Tu Bugak), menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bireuen dan pihak Kecamatan Jangka sebenarnya telah meninjau langsung lokasi bencana. Namun, ia menekankan agar realisasi pembangunan hunian tetap menjadi prioritas utama.

“Hunian tetap sangat krusial. Ini sudah menjelang Ramadan. Masyarakat membutuhkan tempat tinggal yang layak agar bisa beribadah dengan tenang sekaligus memulihkan ekonomi pasca-bencana,” tegas Tu Bugak.

Kini, masyarakat Gampong Ulee Cee hanya bisa berharap adanya kepastian dan langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Bireuen, agar kehidupan sosial, ekonomi, dan pendidikan anak-anak dapat kembali berjalan normal sebelum bulan puasa tiba.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *