Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Musibah kebakaran menghanguskan bagian plafon dan atap satu unit rumah permanen milik Hanafiah (56), warga Desa Rheum Baroh, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 02.20 WIB dini hari.
Beruntung, kesigapan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Simpang Mamplam berhasil melokalisir api sehingga bangunan utama rumah dapat diselamatkan dan tidak terbakar secara keseluruhan. Dalam peristiwa tersebut, tidak ada korban jiwa.
Kapolres Bireuen AKBP Tuschad Cipta Herdani melalui Kapolsek Samalanga AKP Budiono, S.E., M.M., menjelaskan bahwa kebakaran pertama kali diketahui oleh pemilik rumah sendiri.
“Pemilik rumah terbangun karena merasakan uap panas dan melihat kepulan asap tebal. Saat melihat ke arah plafon, api sudah membesar di bagian atap rumah,” ujar AKP Budiono kepada Bedahnews.com.
Menyadari adanya kebakaran, Hanafiah segera menyelamatkan diri ke luar rumah sambil berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran terdekat.
Petugas Damkar Pos Simpang Mamplam yang tiba di lokasi segera melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi menyala kembali. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan pendataan awal terkait kerugian materiil.
Camat Simpang Mamplam, Mukhsin, S.Ag., secara terpisah membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Ia mengapresiasi respon cepat petugas pemadam kebakaran yang dinilai mampu mencegah api merembet ke seluruh bangunan rumah.
“Rumah berhasil diselamatkan. Yang terdampak hanya bagian plafon dan atap, sementara bagian lainnya dalam kondisi aman,” jelas Mukhsin.
Terkait penyebab kebakaran, Mukhsin menyebutkan bahwa pihaknya belum dapat memastikan secara pasti. Namun, dugaan sementara mengarah pada korsleting atau arus pendek listrik.
Sebagai bentuk kepedulian, pihak Kecamatan Simpang Mamplam telah menyalurkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran.
“Kami sudah menyalurkan bantuan darurat dan saat ini masih menunggu koordinasi bantuan lanjutan dari Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui BPBD maupun Dinas Sosial,” pungkasnya.








