Bireuen Dikepung Banjir Luapan, Ratusan Rumah di Jeunieb, Pandrah, dan Samalanga Terendam

  • Whatsapp

Jurnalis; Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Kabupaten Bireuen kembali dilanda banjir luapan sungai dan genangan air setelah hujan deras mengguyur wilayah pegunungan hingga permukiman warga sejak Rabu (7/1/2026) sore hingga malam hari. Tiga kecamatan terdampak cukup parah, yakni Jeunieb, Pandrah, dan Samalanga.

Muat Lebih

Ratusan rumah warga dilaporkan terendam, memaksa sebagian masyarakat meninggalkan kediaman mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman seperti masjid, pos jaga, serta bangunan di pinggir jalan.

Kondisi terparah terpantau di Gampong Meunasah Tambo, Kecamatan Jeunieb. Keuchik setempat, M. Fadhlil, menyebut banjir kali ini merupakan yang kelima sejak bencana hidrometeorologi melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025 lalu.

Menurut Fadhlil, banjir terjadi akibat meluapnya Krueng Jeunieb yang alirannya tersumbat tumpukan material kayu di tiang jembatan beton. Kondisi tersebut diperparah dengan ambruknya sebuah jembatan di Dusun Hasanah pada Senin lalu, sehingga menghambat kelancaran aliran air.

“Air Krueng Jeunieb meluap karena material kayu tersangkut di jembatan. Ditambah lagi ada jembatan yang ambruk sehingga aliran air tidak lancar,” ujar Fadhlil kepada awak media.

Akibat luapan sungai tersebut, sekitar 150 unit rumah di empat dusun terendam banjir. Warga terpaksa mengungsi ke masjid dan pos jaga yang berada di lokasi lebih tinggi. Fadhlil pun mendesak Pemerintah Kabupaten Bireuen agar segera melakukan normalisasi sungai serta meninggikan bantaran sungai yang telah rusak.

Kondisi serupa juga terjadi di Gampong Pandrah Janeng, Kecamatan Pandrah. Salah seorang warga, Armiati (50), mengaku terpaksa mengungsi bersama anak dan cucunya ke sebuah kios di pinggir jalan setelah air masuk ke rumah sekitar pukul 21.30 WIB.

“Ini sudah yang keempat kalinya sejak November. Kami berharap tanggul yang patah segera diperbaiki supaya air tidak terus masuk ke rumah warga,” keluh Armiati.

Sementara itu, di Kecamatan Samalanga, data dari Grup Siaga Bencana mencatat sedikitnya 16 gampong terdampak banjir sejak Rabu sore hingga Kamis (8/1/2026) dini hari.

Camat Samalanga, Muhammad Rizal, menjelaskan bahwa selain disebabkan oleh luapan sungai, banjir kali ini juga dipicu oleh buruknya sistem drainase yang tersumbat endapan lumpur sisa banjir bandang sebelumnya.

“Aliran air tidak lancar karena sedimen lumpur masih menumpuk. Kami membutuhkan bantuan alat berat dari Pemkab Bireuen untuk membersihkan saluran pembuang agar air cepat surut,” tegas Rizal.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan dari TRC, Tagana, PMI, serta relawan Samalanga Peduli masih bersiaga di lokasi terdampak untuk memantau debit air dan membantu evakuasi warga jika diperlukan. Meski di beberapa titik air mulai surut, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan susulan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *