Jurnalis : Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Ruslan Daud (HRD), meninjau langsung kondisi jembatan Pante Lhong yang putus akibat diterjang banjir bandang di Kabupaten Bireuen, Rabu (7/1/2026).
Jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Gampong Pantee Lhong, Kecamatan Peusangan, dengan Desa Kubu, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng. Terputusnya jembatan ini menyebabkan aktivitas masyarakat di tiga kecamatan, yakni Peusangan, Peusangan Siblah Krueng, dan Makmur, lumpuh total.
Warga Desa Kubu, Zulfikar Muhammad, menyebut jembatan Pante Lhong sebagai urat nadi perekonomian masyarakat. Selama ini, jembatan tersebut menjadi jalur utama distribusi hasil pertanian dan perkebunan warga ke pusat-pusat pasar.
“Jembatan ini sangat vital bagi kami. Jika tidak segera dibangun kembali, roda ekonomi warga akan terhenti karena hasil sawah dan kebun tidak bisa diangkut,” keluh Zulfikar di sela-sela kunjungan HRD.
Dampak putusnya jembatan juga dirasakan di sektor pendidikan. Keuchik Desa Kubu, Razali, menjelaskan bahwa anak-anak sekolah kini harus menempuh jarak yang jauh lebih panjang untuk mencapai sekolah.
“Jika melalui jembatan Pante Lhong, jarak ke Matang Geulumpangdua hanya sekitar tiga kilometer. Namun karena jembatan putus, warga harus memutar melalui Kutablang lewat jalan nasional Medan–Banda Aceh dengan jarak mencapai 20 kilometer,” jelas Razali.
Menanggapi keluhan warga, H. Ruslan Daud menegaskan komitmennya untuk segera berkoordinasi dengan kementerian dan instansi terkait guna menghadirkan solusi cepat bagi masyarakat terdampak.
Sebagai langkah awal pemulihan akses transportasi, HRD mengupayakan pembangunan jembatan bailey atau jembatan rangka baja darurat agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal dalam waktu dekat.
“Alhamdulillah, dalam kunjungan ini Pak Ruslan menyampaikan kesediaannya mengupayakan pembangunan jembatan bailey agar akses masyarakat segera pulih,” ujar Keuchik Razali penuh harap.
Selain persoalan jembatan, warga Desa Kubu juga mengeluhkan tumpukan material lumpur sisa banjir yang mencapai ketinggian hampir dua meter di sejumlah titik permukiman. Kondisi tersebut menyulitkan warga untuk kembali menempati rumah mereka.
Masyarakat berharap pemerintah segera menurunkan alat berat untuk membersihkan material lumpur agar lingkungan kembali layak huni dan aktivitas warga dapat berjalan normal.
Kunjungan lapangan HRD ini diharapkan menjadi pemicu percepatan penanganan infrastruktur pascabencana oleh pemerintah pusat maupun daerah, guna mencegah terjadinya isolasi wilayah serta krisis ekonomi yang lebih dalam di Kabupaten Bireuen.








