Saluran Irigasi Paya Gurugoh Rusak Parah, Keuchik Mauliadi Desak Pemkab Bireuen Segera Bertindak

  • Whatsapp

Jurnalis : Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Kondisi saluran irigasi Paya Gurugoh yang berada di kawasan Sungai Blang Guron, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, kian memprihatinkan. Kerusakan parah pada saluran irigasi non-permanen tersebut kini mengancam keberlangsungan pertanian dan produktivitas lahan persawahan di sejumlah desa, Selasa (6/1/2026).

Muat Lebih

Keuchik Paya Gurugoh, Tgk Mauliadi, menyebut infrastruktur irigasi berbasis pompanisasi itu sudah lama mengalami kerusakan serius. Ia mengungkapkan, sejak dilakukan normalisasi pada masa kepemimpinan Bupati Bireuen Tgk Ruslan M Daud beberapa tahun silam, hingga kini belum pernah dilakukan renovasi maupun pembangunan permanen.

“Kondisinya sudah sangat mendesak. Kami meminta Dinas Pertanian dan Dinas PUPR Kabupaten Bireuen turun langsung ke lapangan agar melihat fakta sebenarnya, supaya tidak muncul anggapan seolah kami mengada-ada,” ujar Tgk Mauliadi kepada Bedahnews.com.

Menurutnya, upaya memperjuangkan perbaikan saluran irigasi tersebut telah dilakukan sejak lama. Pada tahun 2022, pihak gampong bahkan telah menyampaikan permohonan pembangunan saluran permanen kepada Tgk Haji Khalili. Namun hingga kini, realisasi belum terwujud, yang diduga terkendala refocusing anggaran maupun persoalan teknis lainnya.

Tgk Mauliadi menegaskan, apabila saluran irigasi Paya Gurugoh dibangun secara permanen, manfaatnya akan dirasakan oleh banyak desa di wilayah Gandapura dan sekitarnya. Di antaranya Desa Cot Tube, Tanjong Bungong, Pulo Gisa, Tanjong Mesjid, Blang Kubu, Tanjong Raya, Mon Keulayu, Cot Rambat, hingga menjangkau Ujong Bayu dan Cot Puuk saat musim kemarau.

“Tahun lalu kami sempat uji coba mengalirkan air ke Ujong Bayu di musim kemarau. Namun karena salurannya belum permanen, debit air tidak mencukupi dan akhirnya dihentikan oleh panitia irigasi demi mencegah gagal panen massal,” jelasnya.

Persoalan ini, lanjut Tgk Mauliadi, juga telah disampaikan kepada berbagai pihak, mulai dari Ir. TA Khalid pada awal 2025 di Lhokseumawe, Kepala Dinas Pertanian Bireuen Mulyadi, SE, hingga Sekretaris Daerah Bireuen saat kegiatan panen serentak pada Oktober lalu.

Ia juga mengisahkan pengalamannya saat meminta Anggota DPR RI, H. Ruslan M Daud (HRD), untuk meninjau langsung lokasi irigasi tersebut usai kunjungan ke Jembatan Blang Guron dan kawasan Lhok Gajah.

“Saya minta beliau melihat langsung supaya tidak ada anggapan saya hanya bicara kosong. Saluran ini setiap musim hujan selalu longsor dan menutup aliran air,” tegasnya.

Lebih lanjut, Tgk Mauliadi mendesak anggota DPRK Bireuen, khususnya dari daerah pemilihan (Dapil) Gandapura, agar lebih peduli terhadap kondisi petani di wilayah tersebut.

“Jangan hanya duduk nyaman di kursi empuk. Kalian dipilih oleh rakyat, maka suarakanlah nasib petani Paya Gurugoh. Jika tidak segera direnovasi, kami khawatir petani akan mengalami gagal panen akibat longsor pascabanjir kemarin,” tandasnya.

Berdasarkan hasil rapat bersama panitia air dan Ketua Kejrun Blang, Muzakir, saat ini kebutuhan paling mendesak adalah pengerahan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutup saluran irigasi, agar aliran air kembali normal menuju sawah-sawah warga.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *