Ribuan ASN Kemenag Bireuen Gelar Zikir Akbar dan Doa Bersama untuk Korban Banjir

  • Whatsapp

Jurnalis : Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Bireuen memadati Lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu, Sabtu (3/1/2026). Kegiatan tersebut dirangkai dengan zikir akbar dan doa bersama bagi para korban bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Bireuen.

Muat Lebih

Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia yang tahun ini mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”. Sejak pukul 07.00 WIB, lapangan tampak memutih oleh seragam ASN Kemenag yang hadir dengan penuh kekhidmatan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Bireuen H. Mukhlis, ST, Wakil Bupati Ir. H. Razuardi, MT, Kepala Kankemenag Bireuen Dr. H. Zulkifli, SAg, MPd, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Dalam sambutannya, Kakankemenag Bireuen Dr. H. Zulkifli memaparkan peran strategis Kementerian Agama sebagai pilar pembangunan sumber daya manusia religius di Bireuen. Saat ini, Kemenag Bireuen diperkuat oleh 2.674 ASN, membina 116 madrasah, 17 Kantor Urusan Agama (KUA), serta 145 pesantren atau dayah.

“Dengan kekuatan ini, Bireuen memiliki fondasi yang sangat kokoh untuk mewujudkan cita-cita sebagai Kota Santri yang religius, rukun, dan sejahtera,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Bireuen H. Mukhlis yang bertindak sebagai pembina upacara membacakan amanat tertulis Menteri Agama RI. Dalam amanat tersebut, Menag menekankan bahwa kerukunan umat beragama bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan energi kebangsaan yang mampu merajut perbedaan menjadi kekuatan bersama.

“Kerukunan adalah modal sosial penting untuk membangun Indonesia yang damai dan maju,” ujar Bupati Mukhlis saat menyampaikan pidato Menteri Agama.

Ia juga menyinggung capaian transformasi digital Kementerian Agama sepanjang tahun 2025 yang dinilai telah membawa perubahan signifikan dalam pelayanan keagamaan, menjadikannya lebih cepat, transparan, dan akuntabel.

Peringatan HAB ke-80 tahun ini terasa lebih khidmat dan emosional. Pasalnya, Kabupaten Bireuen baru saja dilanda bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan luapan sungai yang merusak infrastruktur serta permukiman warga.

Zikir dan doa yang menggema di RTH Cot Gapu menjadi simbol solidaritas dan kepedulian. Selain sebagai ungkapan syukur atas perjalanan panjang Kementerian Agama, doa kolektif tersebut dipanjatkan agar masyarakat terdampak banjir diberikan kekuatan, ketabahan, dan kemudahan untuk bangkit kembali.

Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bireuen dan Kementerian Agama, diharapkan optimalisasi zakat, wakaf produktif, serta pemberdayaan ekonomi umat dapat menjadi motor penggerak pemulihan pascabencana bagi masyarakat Bireuen.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *