Jurnalis : Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Musibah banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat, meninggalkan kerusakan infrastruktur yang cukup parah. Di Kabupaten Bireuen, bencana tersebut menyebabkan sejumlah ruas jalan terputus, jembatan rusak, serta tanggul sungai jebol yang mengancam ribuan rumah warga.
Menyikapi kondisi darurat tersebut, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan Daud (HRD), menunjukkan respons cepat. Bersama jajaran pejabat Kementerian Pekerjaan Umum (PU), HRD turun langsung meninjau lokasi terdampak sekaligus menginstruksikan percepatan penanganan pada sejumlah titik vital.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Jumat (2/1/2026), HRD bersama rombongan meninjau Desa Babah Suak, Kecamatan Kutablang, yang mengalami kerusakan jalan cukup parah. Peninjauan juga dilakukan di Desa Ujong Blang (Kuta Blang), Desa Pante Lhoong (Peusangan), serta sejumlah titik lainnya di Kecamatan Juli, Peusangan Selatan, Peusangan Siblah Krueng, hingga Kecamatan Gandapura.
Langkah cepat ini diambil guna mencegah potensi banjir susulan yang sangat dikhawatirkan warga. Di Desa Babah Suak, jarak antara aliran Krueng Peusangan dengan permukiman warga hanya sekitar 30 meter. Kondisi tersebut dinilai sangat rawan apabila tidak segera dilakukan penguatan tanggul.
Sebagai penanganan awal, sebanyak lima unit alat berat langsung dikerahkan ke lokasi untuk memperbaiki jalan yang terputus sekaligus memperkuat tanggul sungai.
“Alhamdulillah, respons dari Pak HRD sangat cepat. Ini sudah lama kami tunggu,” ujar Furqan, warga Babah Suak yang mendampingi rombongan saat peninjauan.
Furqan juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambannya respons pemerintah daerah sebelumnya. “Kami sudah lama berharap ada perbaikan dari pemerintah kabupaten, tapi belum juga terealisasi. Dengan kehadiran Pak HRD, harapan warga akhirnya terjawab,” katanya.
Suasana haru mewarnai dialog HRD dengan warga di Meunasah Babah Suak. Sejumlah warga, khususnya kaum ibu, tak kuasa menahan tangis saat mendengar komitmen HRD untuk segera memperbaiki tanggul jebol dan jalan putus.
“Setelah salat Jumat, langsung dikerjakan,” tegas HRD di hadapan warga. Komitmen tersebut langsung dibuktikan dengan pengerahan alat berat yang kini telah memasuki hari kedua pengerjaan di lokasi.
Keresahan warga selama ini memang sangat mendalam. Setiap kali hujan turun, warga mengaku selalu waspada dan sulit beristirahat karena khawatir luapan sungai kembali terjadi.
“Kalau hujan turun, jantung kami rasanya dag-dig-dug. Terima kasih atas kunjungan dan kepedulian Pak HRD, Pak Surya Dharma selaku Wakil Ketua DPRK Bireuen, serta Abi Nanda dari Fraksi PKB DPRK Bireuen,” ujar Furqan dengan nada haru.
Selain perbaikan infrastruktur, Kementerian PU bekerja sama dengan PT Adhi Karya juga melakukan pembersihan permukiman warga dari sisa-sisa lumpur tebal akibat banjir bandang.
“Terima kasih atas bantuan membersihkan rumah dan lingkungan gampong kami dari lumpur sisa banjir,” ungkap Linda, salah seorang warga terdampak.
Aksi nyata dan kolaboratif ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat Bireuen, yang kini mulai merasa lebih tenang dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem di awal tahun 2026.








