Pascabanjir Bandang Bireuen, Puluhan Personel Polres Bersihkan Lumpur di Masjid Nurul Huda

  • Whatsapp

Jurnalis : Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Puluhan personel Polres Bireuen turun langsung menggelar aksi bakti sosial di Gampong Blang Guron, Kecamatan Gandapura, Jumat (2/1/2026) pagi. Kegiatan tersebut difokuskan pada pembersihan endapan lumpur sisa banjir bandang yang menutupi halaman Masjid Nurul Huda, salah satu fasilitas ibadah utama warga setempat.

Muat Lebih

Kapolres Bireuen AKBP Tuschad Cipta Herdani melalui Kabag Ops Kompol Darmasyah menyampaikan, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam.

“Hari ini kami kembali melaksanakan bakti sosial dengan membersihkan endapan lumpur di halaman Masjid Gampong Blang Guron. Kegiatan ini akan terus dilakukan secara berkesinambungan selama masa tanggap darurat bencana masih berlangsung,” ujar Kompol Darmasyah kepada Bedahnews.com di lokasi.

Ia menjelaskan, sebanyak 85 personel dikerahkan dalam aksi bersih-bersih tersebut. Fokus utama kepolisian saat ini adalah membantu percepatan pemulihan fasilitas umum agar masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal.

“Kami berupaya membantu membersihkan fasilitas umum seperti masjid, meunasah, dayah, dan sekolah. Harapannya, aktivitas ibadah dapat kembali berjalan dengan nyaman dan aman,” tambahnya.

Kondisi di Gampong Blang Guron pascabanjir bandang memang masih memprihatinkan. Keuchik Blang Guron, Munzir Ibrahim (51), didampingi Peutuha Tuha Peut, Nasruddin (60), mengenang dahsyatnya banjir yang melanda wilayah tersebut sejak Selasa (25/11/2025) malam.

“Puncaknya terjadi pada Rabu pagi, ketinggian air mencapai sekitar dua meter. Warga terpaksa mengungsi ke daerah yang lebih tinggi di Dusun Lhok Jrok, Gampong Cot Teube, bahkan sebagian warga naik ke lantai dua masjid untuk menyelamatkan diri,” tutur Munzir.

Nasruddin menambahkan, setelah air mulai surut, warga secara swadaya membuat rakit untuk mengevakuasi masyarakat yang terjebak ke lokasi aman. Dampak kerusakan yang ditimbulkan pun terbilang cukup besar.

“Sekitar 60 hektare sawah dan kebun warga tertimbun lumpur. Satu unit rumah milik Megawati (55) hilang terseret arus, sementara rumah milik Cut Naziati (52) rusak parah dan hanya tersisa sebagian,” jelasnya.

Berdasarkan data perangkat gampong, sekitar 200 rumah atau hampir 80 persen hunian di Dusun Lhok Jrok, Trienggadeng, dan Blang Krek mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.

Atas bantuan yang diberikan, perangkat gampong menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Polres Bireuen dan Brimob yang telah membantu proses pembersihan fasilitas umum, termasuk Polindes, meunasah, dan masjid.

“Kami sangat berharap Pemerintah Kabupaten Bireuen segera melakukan normalisasi lahan sawah yang tertimbun lumpur serta memperbaiki fasilitas umum dan rumah warga agar kehidupan masyarakat dapat kembali normal,” pungkas Munzir.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *