Menteri PU dan HRD Bahas Perbaikan Enam Bendung Rusak Pascabanjir di Bireuen

  • Whatsapp

Berikut versi judul dan narasi berita online yang telah disempurnakan, dengan struktur lebih rapi, alur kronologis kuat, serta bahasa jurnalistik yang lebih tajam dan elegan:

Menteri PU dan HRD Bahas Perbaikan Enam Bendung Rusak Pascabanjir di Bireuen

Muat Lebih

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, didampingi Anggota Komisi V DPR RI H. Ruslan M. Daud (HRD), meninjau langsung titik kerusakan parah Bendung Irigasi Pante Lhong Peusangan (PP) di Gampong Beunyoet, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Kamis (1/1/2026) sore.

Pantauan di lokasi, Menteri PU bersama rombongan tiba sekitar pukul 17.40 WIB di tengah guyuran hujan deras. Meski cuaca ekstrem, Dody tetap turun dari kendaraan dengan mengenakan mantel hujan dan sepatu bot untuk melihat secara langsung kondisi bendung yang rusak parah akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 lalu.

Selama kurang lebih 15 menit berdiri di atas pagar intake, Menteri PU berdiskusi intens dengan jajaran Kementerian PU serta HRD terkait langkah teknis pemulihan bendung yang dibangun sejak era 1990-an tersebut.

Banjir bandang yang terjadi pada 25–26 November 2025 menyebabkan perubahan signifikan pada bentang alam di sekitar bendung. Aliran sungai kini membuka jalur baru yang sangat lebar ke arah selatan, menjauhi bangunan utama bendung. Akibatnya, pintu masuk air (intake) yang seharusnya mengairi 5.652 hektare sawah di tujuh kecamatan tertutup total oleh sedimen tanah dan lumpur.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, perbaikan fisik tidak dapat dilakukan secara tergesa-gesa tanpa perencanaan matang, mengingat perubahan arus sungai yang sangat ekstrem.

“Penanganan Bendung Pante Lhong harus didesain terlebih dahulu. Pelebaran sungainya sangat fenomenal, bahkan beberapa kali lipat. Kita harus merancang agar aliran air sungai dapat dikembalikan ke arah bendung sehingga fungsi irigasi bisa berjalan kembali,” ujar Dody kepada Bedahnews.com di lokasi.

Untuk penanganan jangka pendek, khususnya pembersihan sedimen di area intake, Kementerian PU berencana menerapkan skema padat karya. Langkah ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi warga terdampak.

“PR utama kita adalah bagaimana mengarahkan air yang sudah berbelok jauh itu kembali ke sini. Nanti tim dari Balai Wilayah Sungai akan menyusun desain teknisnya,” tambahnya.

Dody juga mengungkapkan bahwa pemulihan aliran irigasi ke 5.652 hektare lahan pertanian tidak dapat dilakukan secara serentak. Tahap awal akan difokuskan pada area sekitar 1.000 hektare, sebelum dilakukan pemulihan secara bertahap hingga seluruh areal kembali terairi.

Situasi menjadi semakin kompleks setelah Menteri PU mendapat informasi bahwa sekitar 3.000 hektare sawah warga tertimbun lumpur tebal, sehingga belum memungkinkan untuk ditanami meski aliran irigasi telah pulih.

Menanggapi kondisi tersebut, Dody menegaskan akan segera berkoordinasi dengan kementerian terkait, khususnya Kementerian Pertanian, guna membahas langkah penanganan lanjutan.

“Terkait sawah yang tertimbun lumpur, tentu perlu koordinasi dengan Kementerian Pertanian. Apakah nantinya ada kolaborasi pembersihan lumpur atau solusi teknis lainnya. Fokus utama kami saat ini adalah mengamankan infrastruktur bendungnya,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI H. Ruslan M. Daud (HRD) mengapresiasi langkah cepat Menteri PU yang turun langsung ke lapangan meski di tengah cuaca buruk.

“Kehadiran Pak Menteri menunjukkan negara hadir di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Kami terus memberikan dukungan agar jajaran Kementerian PU mampu menyelesaikan tugas berat ini, termasuk penanganan enam bendung irigasi lainnya di Kabupaten Bireuen yang juga mengalami kerusakan,” ujar politisi PKB asal Aceh tersebut.

Kunjungan ini diharapkan menjadi titik terang bagi ribuan petani di tujuh kecamatan di Kabupaten Bireuen yang selama ini menggantungkan penghidupan mereka pada aliran air dari Bendung Pante Lhong Peusangan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *