Berikut versi yang sudah disempurnakan dengan alur lebih rapi, bahasa lebih kuat secara jurnalistik, dan struktur paragraf yang jelas:
Jurnalis : Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Ratusan personel TNI Angkatan Darat dari Batalion Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 837/Kesatria Trunojoyo, Kodam V/Brawijaya, dikerahkan untuk membantu proses pemulihan pascabanjir di Kabupaten Bireuen, Aceh. Kedatangan pasukan yang bermarkas di Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu menjadi bagian dari upaya percepatan normalisasi fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan yang terdampak.
Pada Rabu (31/12/2025), para prajurit terpantau berjibaku membersihkan lumpur tebal yang memenuhi ruangan pelayanan di Puskesmas Peusangan. Selain menguras endapan material banjir, mereka juga membantu merapikan peralatan dan mengembalikan fungsi ruang publik yang sempat lumpuh.
Danyonif TP 837/Kesatria Trunojoyo, Letkol Inf Heru Dwisantoso, mengatakan bahwa 200 personel dikerahkan ke lima titik prioritas di Kecamatan Peusangan.
“Hari ini kami menurunkan 200 personel untuk gotong-royong membersihkan fasilitas umum yang terdampak banjir. Sasaran kami adalah SMKN 1 Peusangan, MAN 1 Peusangan, SMAN 2 Peusangan, SDN 6 Peusangan, dan Puskesmas Peusangan,” ujarnya.
Meski menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, dan kereta sorong, para prajurit tetap bekerja sigap bersama tenaga kesehatan setempat. Heru mengakui ketebalan lumpur menjadi tantangan utama sehingga dibutuhkan dukungan alat berat untuk tuntas memindahkan material.
“Lumpur tebal dan berat menjadi kendala di lapangan. Ke depan dibutuhkan alat berat agar lumpur yang sudah dikeluarkan tidak kembali masuk saat hujan turun,” jelasnya.
Untuk mempercepat proses pemulihan, pihaknya menyiapkan penambahan kekuatan pasukan. Sebanyak 250 personel tambahan dari Yonif TP 387 dijadwalkan diberangkatkan dari Jawa Timur menuju Aceh.
“Total nanti 450 personel akan diturunkan. Fokus utama tetap normalisasi fasilitas publik agar layanan pendidikan dan kesehatan segera kembali berfungsi,” tegasnya.
Sementara itu, Kabag Tata Usaha Puskesmas Peusangan, Mustafa, SKM, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan TNI-Polri dalam penanganan pascabanjir. Ia memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan meski gedung utama masih terdampak lumpur.
“Pelayanan sementara dialihkan ke UPTD RSUD Peusangan Raya sebagai posko bersama, dan kami juga membuka posko di kantor Camat Peusangan dengan dukungan Ketua IDI Bireuen, dr. Zumirda,” paparnya.
Sejumlah layanan dasar seperti poli umum dan poli anak mulai kembali beroperasi, namun Instalasi Gawat Darurat (IGD) belum dapat difungsikan karena sistem Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) masih rusak akibat banjir.
“IGD dan layanan yang menghasilkan limbah medis belum bisa dibuka karena IPAL mengalami kerusakan,” tutup Mustafa.








