Satu Rumah Hanyut Disapu Banjir Bandang di Bireuen, Keuchik M. Yanis Desak Pemkab Kirim Alat Berat untuk Normalisasi Akses Warga

  • Whatsapp

Jurnalis : Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Warga Gampong Blang Seupeng, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, mulai bangkit pascabanjir bandang yang menerjang wilayah mereka pada 25–26 Desember 2025. Banjir hidrometeorologi tersebut menyisakan kerusakan parah, terutama endapan lumpur yang menimbun fasilitas publik dan permukiman warga.

Muat Lebih

Sejak air surut, masyarakat langsung bergotong royong membersihkan meunasah, kantor keuchik, sekolah, serta bangunan vital lainnya yang lumpuh total akibat terendam lumpur.

“Sejak setelah bencana, masyarakat kami sudah turun tangan membersihkan fasilitas umum yang terdampak. Tujuannya agar pelayanan publik bisa segera normal kembali,” ujar Keuchik Blang Seupeng, M. Yanis (43), kepada Bedahnews.com, Jumat (26/12/2025) pagi.

Pantauan di lokasi menunjukkan puluhan warga masih berjibaku membersihkan saluran drainase di sepanjang jalan utama gampong. Mereka menargetkan normalisasi jalur air untuk mencegah potensi banjir susulan jika curah hujan kembali meningkat.

“Hari ini warga fokus membersihkan saluran di tepi jalan sepanjang satu kilometer. Setelah dinormalisasi, diharapkan aliran air kembali lancar dan tidak terjadi genangan,” tambahnya.

Rumah Hilang Disapu Arus, Warga Berduka

Banjir bandang tersebut menyisakan duka mendalam. Empat rumah warga di kawasan perbukitan Dusun Bungong Jeumpa dan Dusun Bintang Hu dilaporkan rusak berat akibat longsor dan terjangan arus air. Masing-masing milik Rusli Hanafiah (55), Mustafa (60), Nuraini (50), dan Maimunah (55).

Lebih parah lagi, satu rumah milik M. Nur (60) dilaporkan hilang total terbawa arus deras banjir.

“Rumah Pak M. Nur hanyut tanpa sisa. Tidak ada yang bisa diselamatkan,” tutur Yanis dengan nada prihatin.

Sebanyak 20 Kepala Keluarga (KK) sempat mengungsi saat puncak bencana. Namun, pada Jumat pagi, seluruhnya sudah kembali ke rumah masing-masing atau tinggal sementara di kediaman kerabat.

Akses Ekonomi Terganggu, Warga Butuh Alat Berat

Di sektor aksesibilitas, kerusakan parah juga terjadi pada Jalan Usaha Tani (JUT) Dusun Bintang Hu. Jalur sepanjang satu kilometer itu kini tertimbun lumpur hingga setebal dua meter, membuat akses menuju perkebunan jagung warga terputus.

“Ini satu-satunya akses ke lahan pertanian, sementara panen jagung sudah dekat. Kalau tidak dibuka, ekonomi warga berhenti total,” kata keuchik.

Untuk itu, pihak gampong mendesak Pemerintah Kabupaten Bireuen segera menurunkan alat berat guna mempercepat proses normalisasi jalan.

“Lumpur terlalu tebal, tidak mungkin dibersihkan manual. Kami sangat berharap bantuan alat berat dari Pemkab Bireuen agar jalan bisa difungsikan kembali,” tegas M. Yanis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *