Jembatan Krueng Tingkeum Resmi Dibuka, Warga Antusias Sambut Normalnya Jalur Nasional — Sopir Truk Dilarang Berhenti di Tengah

  • Whatsapp

Jurnalis : Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Akses transportasi darat di lintas nasional Banda Aceh–Medan kembali normal setelah Jembatan Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Bireuen, resmi difungsikan kembali pada Sabtu (27/12/2025) pukul 10.30 WIB. Infrastruktur penghubung vital ini sebelumnya terputus total akibat terjangan banjir bandang satu bulan lalu, yang menyebabkan lumpuhnya jalur utama lintas timur Aceh.

Muat Lebih

Pembukaan kembali jembatan darurat (Bailey) tersebut disambut antusias oleh ribuan warga yang telah memadati lokasi sejak pagi. Momentum ini sekaligus menjadi akhir dari masa isolasi arus logistik dan mobilitas publik yang selama ini terpaksa melalui jalur alternatif sempit dan macet.

Sebelum dibuka, prosesi peusijuk (tepung tawar) dipimpin oleh Tgk Jafar, pimpinan Dayah Nurul Fata, Krueng Tingkeum. Doa bersama dan penyantunan anak yatim turut mengiringi peresmian sebagai bentuk rasa syukur dan harapan keselamatan bagi pengguna jalan.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Direktur Pembangunan Jembatan Dirjen Bina Marga Rakhman Taufik ST MSc, Bupati Bireuen H Mukhlis ST, Wakazidam IM Letkol Czi Surya Adi, Kapolres Bireuen AKBP Tuschad Cipta Herdani, Dandim 0111/Bireuen Letkol Arh Luthfi Novriadi, jajaran BPJN Aceh, dan pihak PT Adhi Karya.

Dalam konferensi persnya, Rakhman Taufik menjelaskan bahwa jembatan tersebut masih berstatus darurat dengan ketentuan teknis yang wajib dipatuhi.

“Jembatan ini berkapasitas maksimal 30 ton dengan batas tinggi kendaraan 4 meter. Sopir truk dan bus dilarang beriringan saat melintas serta dilarang berhenti di tengah bentang jembatan demi menjaga stabilitas konstruksi,” tegasnya.

Pantauan Bedahnews.com di lokasi menunjukkan antrean panjang kendaraan dari dua arah sejak pagi. Saat palang pembatas dibuka, rombongan sepeda motor menjadi yang pertama melintas, diikuti mobil pribadi dan truk besar secara bergantian. Banyak warga terlihat mengabadikan momen tersebut dengan ponsel mereka.

“Akhirnya lega. Selama sebulan kami harus memutar jauh lewat jalan kecil yang macet. Kini bisa lewat jalur utama lagi,” ucap salah seorang pengendara.

Bupati Bireuen, H Mukhlis ST, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, TNI, dan seluruh pihak yang terlibat dalam percepatan pembangunan sejak 9 Desember.

“Ini adalah urat nadi ekonomi Aceh. Meski masih darurat, keberfungsian ini sangat membantu. Ke depan kami berharap pembangunan jembatan permanen segera terealisasi,” ujarnya.

Untuk memastikan keselamatan dan kelancaran lalu lintas, personel Polres Bireuen dan Dinas Perhubungan kini disiagakan di kedua sisi jembatan, termasuk melakukan penindakan jika ditemukan kendaraan melebihi tonase yang nekat melintas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *