Jurnalis : Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Jembatan Bailey di jalur nasional Medan–Banda Aceh, tepatnya di kawasan Kutablang, Kabupaten Bireuen, resmi rampung dan mulai beroperasi pada Sabtu (27/12/2025). Pengoperasian jembatan darurat ini menandai pulihnya kembali akses transportasi utama yang sebelumnya terputus akibat kerusakan jembatan lama, sekaligus mengembalikan mobilitas barang dan masyarakat di wilayah Aceh bagian timur.
Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, H. Ruslan Daud (HRD), menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atas percepatan penyelesaian infrastruktur vital tersebut. Ia menilai kehadiran jembatan Bailey menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah yang sempat terdampak selama masa pemutusan jalur.
“Saya mengapresiasi Kepala BPJN Aceh dan seluruh jajaran yang bekerja siang dan malam mengejar target. Proses ini tidak mudah, mulai dari mobilisasi alat berat hingga pemasangan rangka baja di lokasi padat kendaraan,” ujar Ruslan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu.
Mantan Bupati Bireuen periode 2012–2017 itu juga menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, PT Adhi Karya, dan personel TNI dari Yon Zipur menjadi kunci percepatan penyelesaian.
“Jika tidak dikawal ketat, progres tentu akan molor. Terima kasih kepada masyarakat, Polri, dan semua pihak yang ikut bahu-membahu merampungkan jembatan ini,” imbuhnya.
Berdasarkan data teknis Kementerian PU, jembatan Bailey yang kini berfungsi memiliki kapasitas beban hingga 30 ton, sehingga kendaraan logistik besar telah diperbolehkan melintas kembali dengan sistem pengaturan terbatas. Kendati demikian, otoritas terkait memberlakukan mekanisme buka–tutup karena jembatan hanya tersedia satu lajur, sehingga antrean kendaraan diperkirakan masih akan terjadi di kedua sisi.
Ruslan mengingatkan bahwa berfungsinya jalur ini harus berdampak langsung pada pemulihan ekonomi masyarakat. Ia meminta para pedagang agar tidak lagi menjadikan distribusi terhambat sebagai alasan kenaikan harga.
“Arus barang sudah kembali lancar. Tidak ada alasan lagi bagi pedagang menaikkan harga atas nama kelangkaan. Kestabilan pasar harus segera dipulihkan,” tegasnya.
Sebelum mengakhiri pernyataan, Ruslan mengimbau pengendara untuk mengatur waktu tempuh karena potensi kepadatan masih akan terjadi hingga rekayasa lalu lintas berjalan stabil. Ia juga meminta BPTD Aceh dan Polantas melakukan pengaturan secara optimal demi kenyamanan pengguna jalan.
“Masyarakat harap bersabar karena jalur masih satu arah bergantian. Petugas di lapangan kami minta memperketat pengaturan arus agar perjalanan tetap aman dan tertib,” pungkasnya.








