Rumah Kontruksi Papan di Bireuen Ludes Terbakar, Seluruh Harta Benda Tak Tersisa

  • Whatsapp

Jurnalis : Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Musibah kebakaran hebat melanda Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, Senin (15/12/2025) dini hari. Satu unit rumah beserta satu bengkel sepeda motor yang didominasi konstruksi papan hangus dilalap api di Dusun Paya Santewan, Gampong Teupin Mane, Kecamatan Juli.

Muat Lebih

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 03.23 WIB. Api dengan cepat membesar dan melahap seluruh bangunan beserta isinya. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Pemilik rumah, Nurjannah (60), seorang ibu rumah tangga, berhasil menyelamatkan diri berkat pertolongan putranya, Almuhajir (34), yang saat itu berada di sekitar lokasi.

“Ibu saya sedang tidur. Almuhajir saat itu sedang mengambil air di meunasah karena pascabanjir, rumah ibu kami tidak ada aliran air bersih dan listrik,” ujar Iswanur (39), anak korban, kepada Bedahnews.com di lokasi kejadian.

Ia menjelaskan, suplai listrik di rumah tersebut hanya berasal dari genset yang sudah padam sejak sekitar pukul 00.00 WIB.

“Saat Almuhajir pulang dari meunasah, ia melihat dapur rumah sudah terbakar dan api sudah membesar. Ia langsung membangunkan ibu dan keduanya segera menyelamatkan diri,” jelas Iswanur.

Meski nyawa berhasil diselamatkan, seluruh harta benda milik Nurjannah tidak sempat diselamatkan dan ludes terbakar.

Selain rumah, satu unit bengkel sepeda motor milik anak korban lainnya, Zulfikar (45), yang berada di bagian depan rumah dan berbatasan langsung dengan jalan, juga ikut terbakar. Warga sempat berupaya menyelamatkan sejumlah barang dari bengkel tersebut, namun api dengan cepat merambat ke bangunan rumah yang berada di bagian belakang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian yang berjarak sekitar 11 kilometer dari pusat Kota Bireuen. Namun, material bangunan yang sebagian besar terbuat dari papan membuat api dengan cepat menghanguskan seluruh bangunan sebelum berhasil dipadamkan.

“Saya sudah tidur, lalu dibangunkan anak saya. Saat keluar rumah, dapur sudah terbakar dan api menyala besar, jadi tidak ada yang bisa kami selamatkan,” ujar Nurjannah dengan suara lirih sambil menyaksikan puing-puing rumahnya.

Nurjannah menegaskan, saat kejadian kondisi listrik padam dan tidak ada aktivitas memasak di dapur. Ia menyebut terakhir kali memasak pada Minggu (14/12/2025) sekitar pukul 11.00 WIB.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Petugas terkait masih mengumpulkan keterangan untuk memastikan sumber api yang menghanguskan dua bangunan tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *