Kepala Dinas Perkim Bireuen, Ir Fadli ST MSM. (Foto: Zubir/Bedahnews.com).
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) setempat berencana membangun sebanyak 52 unit Rumah Layak Huni (RLH) pada tahun ini. Selain itu, Baitul Mal Kabupaten (BMK) Bireuen juga turut berkontribusi dengan membangun 100 unit rumah dhuafa, termasuk di antaranya rumah bagi korban kebakaran.
Kepala Dinas Perkim Bireuen, Ir Fadli ST MSM, Senin (28/4/2025), menyampaikan informasi ini terkait kelanjutan program pembangunan rumah dhuafa yang pendataannya telah dilakukan beberapa waktu lalu, menyesuaikan dengan refocusing anggaran.
“Di tengah keterbatasan anggaran, pembangunan rumah dhuafa tetap menjadi prioritas dan diupayakan semaksimal mungkin. Tahun ini, kita akan membangun 52 unit rumah yang tersebar di berbagai kecamatan dalam Kabupaten Bireuen,” ujar Ir Fadli.
Mengenai tahapan pelaksanaan di lapangan, Ir Fadli menjelaskan bahwa verifikasi awal telah dilakukan. Pihaknya akan segera melakukan verifikasi final dalam waktu dekat sebelum dimulainya pembangunan.
“Verifikasi lanjutan ini penting untuk memastikan kembali data penerima bantuan. Kita perlu memvalidasi apakah calon penerima sudah menerima bantuan dari program lain atau apakah ada perbedaan data usia antara data awal dengan kondisi riil di lapangan,” jelasnya.
Ia mencontohkan, jika saat pendataan awal usia calon penerima tercatat 40 tahun, namun saat verifikasi akhir ternyata masih berusia 38 tahun, hal ini perlu disesuaikan.
Adapun syarat utama bagi penerima bantuan rumah layak huni ini adalah berusia minimal 40 tahun, memiliki tanggungan keluarga, dan memiliki tanah atas nama pribadi penerima, serta memenuhi beberapa persyaratan lainnya.
Anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan setiap unit rumah dari APBK Bireuen mencapai Rp 98 juta.
Lebih lanjut, Ir Fadli mengungkapkan bahwa selain anggaran dari APBK Bireuen, pembangunan rumah dhuafa juga akan didukung oleh sumber dana infaq yang dikelola oleh Baitul Mal Kabupaten (BMK) Bireuen. Tahun ini, BMK menargetkan pembangunan sebanyak 100 unit rumah.
“Pembangunan rumah dari kedua sumber dana ini akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan kehidupan yang lebih layak dan nyaman bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” pungkas Ir Fadli.
Dengan total 152 unit rumah yang akan dibangun, diharapkan program ini dapat memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup kaum dhuafa di Kabupaten Bireuen.
“Pemerintah daerah dan Baitul Mal menunjukkan komitmen yang kuat dalam membantu masyarakat yang kurang mampu untuk memiliki hunian yang layak,” tutupnya.
Laporan : Zubir