Gunakan Dana Pribadi, Bupati Bireuen Akan Bangun Kembali Jembatan Darurat Hagu-Lawang

  • Whatsapp

BIREUEN, BEDAHNEWS.com– Akses jalan lintas masyarakat di perbatasan Gampong Hagu dan Lawang, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, lumpuh total setelah jembatan darurat yang menjadi penghubung utama ambruk diterjang banjir pada Selasa malam, 8 April 2025.

Menanggapi kondisi darurat ini, Bupati Bireuen, H Mukhlis, bergerak cepat dengan menurunkan satu unit alat berat jenis Excavator ke lokasi pada Kamis pagi (10/4/2025) untuk memulai pembangunan kembali jembatan darurat.

Muat Lebih

Bupati Mukhlis yang langsung meninjau lokasi kejadian bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen, Junaidi, dan Kepala Dinas terkait, menyampaikan komitmennya untuk segera mengatasi permasalahan ini.

“Alat berat sudah saya turunkan ke lokasi untuk melakukan proses pembangunan jembatan darurat, agar akses jalan lalulintas masyarakat bisa kembali berjalan lancar,” ujarnya kepada wartawan di lokasi.

Kepala Bagian Kemotoran PT Takabeya Perkasa Group (TPG) Kabupaten Bireuen, Mawardi, yang ditemui di lokasi menjelaskan lebih lanjut mengenai proses pembangunan jembatan darurat yang baru.

Menurutnya, jembatan darurat yang sedang dibangun terletak sekitar 25 meter ke arah utara dari lokasi jembatan sebelumnya yang ambruk. Saat ini, fokus utama adalah membuka akses jalan dengan mengeruk tebing bukit setinggi dan selebar 5 meter menggunakan alat berat.

“Hari ini kami buka untuk akses jalan dulu, besok mulai kita bangun jembatan darurat,” terang Mawardi. Ia menambahkan bahwa material utama untuk pembangunan jembatan darurat ini adalah batang kelapa dengan perkiraan panjang dan lebar masing-masing 6 meter.

Pihaknya menargetkan pembangunan jembatan darurat ini dapat selesai dalam waktu tiga hari, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal.

Selama proses pembangunan, warga yang hendak menyeberang terpaksa harus turun melalui alur sungai dengan bantuan anggota keluarga dan warga sekitar. Kondisi ini tentu menyulitkan aktivitas sehari-hari masyarakat, termasuk akses ke kebun dan sekolah bagi anak-anak.

Bupati Mukhlis menegaskan bahwa pembangunan jembatan darurat ini merupakan inisiatif pribadinya tanpa menggunakan anggaran negara.

“Jembatan darurat ini murni saya bangun tanpa uang negara dengan uang pribadi saya, dan saya tangani darurat supaya jalur lalulintas utama masyarakat ini bisa segera berfungsi kembali,” ungkapnya penuh harap.

Ambruknya jembatan darurat ini terjadi akibat tingginya debit air sungai yang meluap setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Putusnya akses jalan ini berdampak signifikan terhadap mobilitas warga Gampong Hagu dan Lawang serta desa-desa sekitarnya.

Dengan dimulainya proses pembangunan jembatan darurat ini, masyarakat setempat berharap agar akses jalan dapat segera pulih dan aktivitas mereka kembali berjalan lancar dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Kehadiran dan tindakan cepat dari Bupati Bireuen diapresiasi oleh warga yang terdampak banjir dan ambruknya jembatan.

Laporan : Zubir

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *