Kasasi Kasus Investasi Bodong Dinar Khalifah Ditolak MA, Gita Rahmad Tetap Dihukum 11 Tahun Penjara

  • Whatsapp

Tanggal dan nomor surat penolakan kasasi dari MA,atas terdakwa Gita Rahmad. (Foto: Ist/Bedahnews.com).

BANDA ACEH, BEDAHNEWS.com – Kasus investasi bodong Dinar Khalifah yang melibatkan Gita Rahmad menjadi terdakwa dan divonis oleh Pengadilan Negeri Banda Aceh 11 tahun penjara, ternyata vonis hukuman tersebut tidak berkurang walaupun Gita Rahmad telah mengajukan Banding ke Pengadilan Tinggi  maupun kasasi ke Mahkamah Agung.

Muat Lebih

Vonis hukuman 11 tahun penjara oleh PN Banda Aceh karena Gita Rahmad menghimpun dana investasi bodong mencapai 39 Milyar dari 250 orang dan 506 transaksi. Karena merasa kurang adil atas putusan vonis yang jatuhkan PN Banda Aceh, terdakwa Gita Rahmad mengajukan Banding hingga kasasi ke Mahkaman Agung, namun Kasasinya juga ditolak MA  dengan nomor putusan 5222 K/Pid.Sus/2023 tanggal 1 November 2023.

Putusan tersebut disidangkan oleh hakim ketua Burhan Dahlan dan hakim anggota Tama Ulinta Br Taringan dan Suharto. Dalam amar putusannya, MA menolak permohonan kasasi dari terdakwa Gita Rahmad dan mewajibkan terdakwa membayar biaya perkara Rp 2.500. Sebelumnya, pada tingkat banding, hakim Pengadilan Tinggi (PT) Banda Aceh menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Banda Aceh Nomor. 25/ Pid. Sus/2023/PN Bna.

Pada kamis 6 April 2023. Hakim PN Banda Aceh pada sidang putusan Menjatuhkan pidana 11 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar subsider 6 bulan kepada terdakwa kata Hakim Ketua Azhari di persidangan. Karena Gita Rahmad, sebagaimana telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana bersama, penipuan berlanjut dan pencucian uang. Terdakwa dipidana dengan Pasal 378 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 64 KUHP. ungkap Hakim ketua.

Seperti diketahui, Gita Rahmad telah menghimpun dana investasi bodong yang dihimpun dari masyarakat secara ilegal, atau tanpa izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 2018 sampai 2020.

Pengumpulan dana masyarakat berkedok investasi tersebut, ternyata digunakan terdakwa Gita Rahmad sebagai modal trading online pada beberapa platform digital.Terdakwa menjanjikan keuntungan 60 hingga 80 persen setiap bulannya, dan modalnya akan utuh dikembalikan setelah dua tahun kemudian.

Laporan : Yanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *